Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara, KPU Bolmut Perketat Protokol Kesehatan Covid-19

TERAS, Bolmut- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) bersama KPU Propinsi Sulut menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan surat suara di tempat pemungutan suara dengan protokol kesehatan ketat, Rabu (2/12/2020) pagi. Simulasi pemungutan suara ini untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulut tahun 2020, dimulai pukul 07.30 Wita di lapangan Sogi, Bolangitang Barat.

Petugas TPS membuka kotak berisi kertas suara.

Dalam simulasi ini, KPU menyiapkan empat bilik. Satu bilik khusus untuk pemilih bersuhu tubuh di atas 37,3 derajat celcius.

KPU Bolmut mengatakan, sebelum memilih, petugas ketertiban di TPS akan mengecek suhu tubuh pemilih.

“Pemilih dengan suhu di atas 37,3 derajat nanti akan dilayani kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) 6. Mereka yang ditugaskan untuk melayani karena memakai alat pelindung diri (APD) baju hazmat,” kata Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara, Wiwidayanti Damopolii.

Lanjut dia, pemilih yang memiliki suhu tubuh tinggi dipersilahkan menunggu sejenak beberapa menit, setelah itu dicek kembali suhu tubuhnya.

Fakta menarik dan bermanfaat
Petugas mengecek suhu badan pemilih sebelum masuk TPS

“Ketika dicek kembali suhunya tetap, baru diarahkan ke bilik khusus. Tidak lagi menunggu antrian di dalam TPS dan dilayani oleh teman teman KPPS yang ada. Setelah melakukan pencoblosan langsung keluar,” jelasnya.

Ia juga menuturkan, baik di dalam TPS dan tenda tunggu pemilih, sudah diatur dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Di dalam TPS hanya bisa 9 orang pemilih mengantri. Sedangkan di tenda tunggu kapasitas 50 pemilih. Jarak antar kursi satu meter,” sebutnya.

KPU Bolmut juga telah mengatur waktu pencoblosan bagi pemilih.

Petugas berbaju hazmat saat membantu pemilih

“Per satu jam 50 pemilih sesuai daftar pemilih tetap (DPT). Ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan warga atau pemilih di lokasi TPS,” tuturnya.

Saat datang ke TPS, pemilih wajib memakai masker dan membawa pulpen sendiri.

Terpantau, saat simulasi semua petugas KPPS atau petugas PPS menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Seperti menggunakan maskser, face shield sebagai pelindung wajah guna dan sarung tangan plastik.

Di lokasi TPS, KPU menyediakan tepat cicu tangan, sabun dan tisu. Petugas ketertiban siaga membawa alat cek suhu tubuh.

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di TPS

Dalam sambutannya, Ketua KPU Bolmut Djunaidi Harundja mengatakan dengan adanya simulasi ini, pihaknya berharap bisa meminimalisir kesalahan di hari H Pilkada, 9 Desember nanti.

“Sedangkan untuk pencegahan Covid-19, sesuai dengan PKPU kami menyediakan APD dan Alkes, untuk petugas TPS dan warga yang akan mencoblos. Kami berharap di simulasi ini, kesalahan yang terjadi tidak akan terulang di hari H pencoblosan nanti,” tukasnya.

Sementara Wakil bupati Bolmut, H Amin Lasena menyampaikan apresiasi kepada KPU karena telah mensosialisasikan Pilkada lewat simulasi ini.

Petugas menyemprotkan tinta ke jari pemilih usai nyoblos

“Dengan simulasi ini, masyarakat akan lebih tahu bagaimana menggunakan hak pilihnya dan tetap pada koridor protokol kesehatan Covid-19,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara simulasi tersebut, empat komisioner KPU Bolmut, tim dari KPU Propinsi Sulut, serta tamu undangan lainnya. (SMM/*)

Latest from Teras Berita