TERAS, Manado- Pengeluhan pelayanan dan perlakuan terhadap nasabah oleh perusahaan finance terus menumpuk di DPRD Sulawesi Utara. Salah satunya adalah PT Federal International Finance (FIF) cabang Kota Bitung.
Sebagai pengadu adalah Fabian Kaloh. Anggota DPRD Sulut itu mengaku ia menjadi korban pelayanan PT FIF yang tidak jelas dan rumit.
Kepada wartawan, Kaloh menjelaskan bahwa dirinya telah melunasi motor yang dikreditnya. Bahkan dari tiga tahun masa kredit, ia melunasinya hanya dua tahun lebih saja.
Namun karena ia lupa mengambil BPKB, ia kaget bahwa ia harus membayar biaya titip sebesar Rp1.000 per hari.
“Jadi saya saya diminta untuk membayar Rp800 ribu sekian. Saya tanya mengapa harus membayar, mereka bilang bahwa sesuai kontrak ada biaya titip yang harus saya bayar,” ungkap Kaloh, Rabu (5/1/2022).
Ia kemudian mempertanyakan hal ini. Apalagi pihak PT FIF tidak mengingatkan dirinya soal biaya titip ini, sebagaimana FIF mengingatkan nasabah soal cicilan kredit.
“Kewajiban kredit sudah dilakukan yaitu membayar. Kalau tertunda, kena denda. Tapi kalau BPKB belum diambil, leasing biarkan. Ini unsur sengaja dibiarkan lama supaya bayar. Kan ini tidak fair,” ucap Kaloh kecewa.
Anggota Komisi I bidang Pemerintahan dan Keuangan otu mengaku sudah mengecek kontrak. Dan memang kadang, ia akui nasabah tidak membaca kontrak itu.
“Nah, itu harusnya ditinjau lagi kontrak seperti itu. Kan hak customer ambil BPKB tersebut. Jadi itu kewajiban leasing ingatkan BPKB harus diambil. Sama ketika diingatkan saat terlambat bayar,” tambah Kaloh lagi.
Meski demikian, legislator FPDI itu menegaskan ia akan membayar uang titip tersebut.
“Tapi sebagai rakyat, itu merugikan. Supaya jelas, akan kami panggil untuk hearing dan pertanyakan hal itu,” tegasnya.
Kaloh juga sudah mengadukan hal ini kepada Ketua Komisi II bidang Perekonomian dan Keuangan, Cindy Wurangian.
Masalah soal perusahaan finance sendiri menjadi masalah yang diseriusi oleh Komisi II. Bahkan dalam laporan kerjanya pada rapat paripurna buka sidang pertama tahun 2022, Selasa (4/12/2022), Cindy mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil hearing sejumlah perusahaan finance. (YSL)