/

Usulkan Anggaran Makan Minum Dipangkas, Ketua DPRD Sulut: Lebih Banyak Mubazir

Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen

TERASMANADO.COM- Upaya penghematan mulai menjadi pembahasan penting di DPRD Sulut setelah adanya ramalan resesi ekonomi pada tahun 2023 nanti. Salah satunya adalah Ketua DPRD Sulawesi Utara, Fransiscus Andi Silangen yang meminta instansi-instansi pemerintah melakukan penghematan anggaran makan minum.

Ia menilai, anggaran makan minum lebih banyak mubazir, karena setiap kali dia menghadiri acara termasuk agenda di DPRD, makanan dan minuman sering tidak dimakan atau tidak diminum oleh tamu.

“Penghematan wajib dilakukan. Bisa dimulai dari anggaran makan dan minum. Kita kan sibuk ikut acara, kadang makanan dan minuman tidak disentuh termasuk buah-buah yang kebanyakan impor. Kan sangat disayangkan yang begini-begini. Coba lakukan penghematan, anggaran tersebut bisa dipakai ke program yang lebih menyentuh masyarakat,” ucapnya, Rabu (2/11/2022).

Ia pun menegaskan akan mengangkat masalah ini dalam pembahasan RAPBD 2023 yang mulai digelar pada Kamis (3/5/2011).

“Akan saya angkat soal ini. Karena saat kunjungan kerja ke Provinsi Bali lalu, mereka di sana menghemat anggaran mami sampai Rp 300 miliar. Masa di Bali bisa lalu di Sulut tidak,” tandasnya.

DPRD, lanjutnya, akan menghitung berapa banyak anggaran makan dan minum dalam APBD 2023. Tak sampai di situ, Silangen menuturkan, pengembangan makanan lokal khas Sulut akan digalakkan.

“Tak usah ada buah impor. Kue juga harus pakai yang tradisional saja. Misalnya pisang goreng, ubi rebus. Buah bisa beli di sekitar sini,” tuturnya.

Ide penghematan anggaran makan dan minum ini juga disambut positif oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat, Henry Walukow. Ia sepakat hal tersebut dilakukan oleh seluruh instansi pemerintah.

“Anggaran makan minum saja yang dipangkas, jangan anggaran untuk program-program bantuan untuk masyarakat. Saya sepakat dengan Ketua DPRD,” tegas dia. (*)

Latest from Headline