TERASMANADO.COM – Jemaat GMIST Yudea Batulewehe merayakan pesta adat Tulude yang digelar di Kelurahan Batulewehe, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, Kamis (2/2/2023).
Perayaan pesta adat Tulude tersebut berlangsung penuh khusyuk. Salah satunya yang nampak adalah saat penjemputan tamu, Penjabat (Pj) Bupati Sangihe dr Rinny Silangen Tamuntuan bersama rombongan yang disertai dengan kata-kata dan tarian adat.
Perayaan yang kemudian dilanjutkan dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt Pontoh, yang menggunakan Sastra Sangihe.
Kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat pemotongan kue adat Tamo yang diartikan sebagai ungkapan syukur dan Menahurending yang berati pengakuan dosa.

Dibalut baju adat Sangihe laku tepu dengan boto pusige, Pj Bupati Rinny menyampaikan sambutannya kepada masyarakat yang hadir di kelurahan Batulewehe.
“Pujian dan syukur dipersembahkan kehadirat Tuhan semesta alam I genggonalangi duatangsaruruang,” ucap Pj Bupati.
Ia menyampaikan masalah budaya adalah persoalan yang sangat mendasar dalam kehidupan suatu masyarakat.
“Karena di dalamnya terkandung nilai-nilai tradisi dan adat istiadat yang sangat dijunjung tinggi secara turun temurun,” katanya lagi.
Dalam implementasinya, kata Pj Bupati Rinny Tamuntuan, pesta adat Tulude bukanlah sekedar suatu kebiasaan yang bersifat seremonial semata, tapi memiliki tiga makna yang sakral.
“3 makna Tulude yakni mensyukuri, memohon, menyerahkan,” katanya lagi.
Di akhir sambutanya, Pj Bupati perempuan pertama di Sangihe ini mengajak seluruh masyarakat untuk perkuat kebersamaan.
“Mari kita satu langkah, dan bergerak signifikan memacu pembangunan demi kemajuan daerah yang kita cintai bersama,” tutupnya. (AYU)