TERASMANADO.COM Berjumpa dengan Ronnie Yeo, seorang pengusaha, Market Singapore yang melayani Tuhan dari sebuah ruang kesembuhan di gerejanya hingga ke bangsa-bangsa yang bisa ia jangkau.
Sabtu (18/2/2023) sore, di sebuah restoran di pinggir Danau Tondano, pria yang kini berusia 72 tahun itu tampak bersemangat menceritakan kisah pertobatannya, dari seorang Kristen biasa, menjadi seorang pengikut Kristus yang mengalami banyak pengalaman iman, yang kemudian ia ingin teruskan kepada banyak orang.
“Saya seorang pengusaha. Saya punya tiga bisnis. Saya dibesarkan dari sebuah keluarga Kristen. Tapi saya tidak punya hubungan spesial atau hubungan khusus dengan Tuhan. Saya tahu Tuhan. Saya belajar dari Alkitab, tapi hubungan tidak terlalu baik,” mulai Ronnie.
Ia menuturkan, pada tahun , saat itu Ronnie berusia 48 tahun mengalami sakit pada tumit kakinya. Sakit sekali katanya. Saat itu dokter ahli tulang menyarankan ia untuk dioperasi, tapi dokter yang lain menyarankan untuk tidak melakukan operasi.
“Pada saat saya mengalami sakit, saya bertemu dengan seorang penginjil dari Afrika Selatan di Singapura bernama Maureen Onion. Dia berdoa untuk saya, dan saya mengalami kesembuhan,” ucapnya sambil tersenyum.
Kesembuhan yang Ronnie alami ternyata membangkitkan imannya. Ia pun segera menelepon istrinya, dan bilang bahwa ia akan ikut melayani bersama Maureen Onion. Ronnie bilang, bahwa ia ingin mengalami lebih banyak lagi pengalaman dengan Tuhan.

Setelah berbulan-bulan ikut pelayanan Maureen Onion, dalam berbagai dan banyak pertemuan (ibadah), Ronnie melihat lebih jelas lagi tentang kuasa Roh Kudus. Karena memang pelayanan Maureen adalah lebih banyak tentang Roh Kudus.
Mulai saat itu, hidup suami dari Anita Yeo itu benar-benar berubah. Ia dan tim pelayanan Maureen Onion melakukan banyak-banyak pelayanan dan melihat banyak orang mengalami kesembuhan.
“Dan Tuhan memberikan saya compassion untuk melakukan banyak pelayanan tentang kesembuhan. Sampai suatu waktu, Maureen mengatakan bahwa saya juga harus melawat bangsa-bangsa lewat pelayanan-pelayanan. Maureen bilang ke saya, lakukan seperti yang dia lakukan. Melayani Tuhan,” tutur Ronnie.
Ayah dari seorang dokter dan pengacara ini pun menuturkan bahwa ia memulai melayani di ruang kesembuhan di gerejanya. Dimana ia dan timnya berdoa untuk orang-orang yang sedang sakit. Entah mereka beragama Kristen atau bukan, timnya tetap mendoakan.
Namun dalam pelayanan tentang kesembuhan itu, Ronnie mengaku bukanlah berjalan mulus. Karena terkadang kesembuhan belum terjadi, dan orang yang didoakan mulai mengeluh.
“Mana kesembuhan itu? Saya tidak mengalami kesembuhan. Begitu mereka sering mengeluh. Walaupun begitu kami tetap berdoa,” tukasnya.
Dari ruang kesembuhan di gerejanya itu, Ronnie tetap berdoa agar siapapun mengalami pengalaman iman bersama Yesus. Karena untuk mengalami Yesus, manusia harus bergaul intim dengan-Nya.
Ronnie Yeo bersama tim saat berada di Tondano.
“Ketika saya mengalami kesembuhan pertama kali, yang ada di pikiran saya bahwa Yesus tetap setia hari ini, besok dan selamanya,” tutur Ronnie.
Pengalaman sakit tumit ternyata bukanlah satu-satunya penyakit yang menyerang Ronnie. Ia pernah mengalami sakit jantung dan sakit-sakit lainnya, yang membuatnya kembali mengalami pengalaman iman yang luar biasa.
“Saya tidak akan lupa ketika saya meminta kesembuhan dan Tuhan bertanya apakah saya sudah siap untuk membayar harga. Saya bahkan tawar menawar dengan Tuhan untuk mengirimkan orang-orang yang akan berbicara pada saya agar saya menjalani operasi. Dan Tuhan benar-benar mengirimkan orang-orang itu. Ada lima teman saya, mereka menginjil di sejumlah negara dan menelepon saya. Dan akhirnya saya tahu, harga yang harus saya bayar adalah keluar melayani Tuhan di bangsa-bangsa yang lain,” ucapnya.
Ronnie sendiri telah melakukan pelayanan, mulai dari Singapura, India, Cina, dan sejumlah kota di Indonesia. Pada kesempatan ini, Ronnie menjalani pelayanan bersama timnya, dan Pastor David Herson di Manado, dan akan menjangkau Papua.
“Saya ingin terus menceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan. Agar siapapun yang mendengarkan, akan mengalami pengalaman dengan Kristus. Bukan hanya hubungan yang biasa-biasa saja, tapi dengan hubungan yang intim bersama Roh Kudus,” tutup Ronnie. (***)