TERASMANADO.COM – Radikalisme dan Sikap-sikap Intoleran dinilai merupakan sebuah pemikiran yang berbahaya bagi bangsa dan negara. Hal itu pula menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan Focus Group Discussion, (22/2/2023) di Mercure Tateli.
Pergelaran FGD yang menghadirkan pemateri Prof. Rhenald Kasali, PH.D, juga Para Rektor dan wakil Rektor serta FKUB yang turut serta pada kegiatan tersebut sepakat untuk menangkal hoaks, radikalisme dan membentuk Rumah Kebangsaan.
Kesepakatan itu dibuat utamanya untuk mencegah perpecahan antara kita dan merekatkan tali persatuan dan kesatuan antar umat beragama.
Rhenald Kasali menegaskan Intoleransi dan radikalisme merugikan berbagai sendi kehidupan. Masyarakat pun diminta untuk tidak terjerumus dalam radikalisme.
“Mari kita menjaga negeri ini dari sikap-sikap negatif. Perpecahan akan terjadi jika kita terus mengembangkan narasi-narasi yang tidak sepaham dengan pancasila dan kebinekaan,” Katanya.
Tak hanya itu, di hadapan para Rektor dan Warek, Kasali meminta untuk terus memberikan edukasi dan pembelajaran yang baik kepada mahasiswa di Kampus. Utamanya soal wawasan kebangsaan.
“Karena penting. Peran kita adalah menanamkan nilai-nilai pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bineka Tunggal Ika kepada masyarakat luas,” Pungkasnya.
Tak hanya itu, Warek se Sulut juga meminta para mahasiswa untuk sepakat menolak Hoaks, Paham Radikalisme dan Intoleran.
“Mahasiswa harus jadi garda terdepan untuk memerangi paham-paham seperti itu. Bangsa akan lebih kuat jika kita berpikir cerdas,” sepakat para Warek. (***)