TERASMANADO.COM – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Melky Jakhin Pangemanan (MJP) menilai pelaksanaan rapat paripurna khusus untuk substansi penyampaian/penjelasan gubernur terhadap Ranperda Prakarsa Gubernur tentang Penyertaan Modal Kepada PT. Jamkrida Sulawesi Utara cacat formal.
MJP menjelaskan, Pasal 38 ayat 2 huruf c Undang-Undang 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan mengatur persetujuan bersama oleh alat kelengkapan DPRD Provinsi yang khusus menangani bidang legislasi dan biro hukum dalam pengajuan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi di luar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda).
“Rapat (Bapemperda) bersama Biro Hukum dan perangkat daerah pengusul Ranperda Penyertaan Modal kepada PT. Jamkrida Sulawesi Utara belum mengambil keputusan dan persetujuan bersama. Bapemperda men-skors Rapat bersama Biro Hukum dan perangkat daerah pengusul ranperda,” jelasnya.
Wakil Ketua Bapemperda DPRD Sulut itu menambahkan, Bapemperda masih meminta data atau dokumen pendukung untuk memastikan adanya urgensi atas suatu ranperda provinsi tersebut.
“Pertanyaan kenapa sudah dilaksanakan rapat paripurna DPRD, sementara belum ada persetujuan dari Bapemperda? Ini sekali lagi yang saya sebut cacat formal atau tidak tertib secara prosedural,” sebut MJP.
MJP juga mengingatkan bahwa Ranperda tentang Pendirian PT Jamkrida masih dalam tahap konsultasi dan nantinya masuk tahap fasilitasi di Kemendagri.
“Bagaimana mungkin membahas tentang penyertaan modal untuk PT Jamkrida sementara Ranperda tentang Pendirian PT Jamkrida belum ditetapkan,” ungkapnya.
Di sisi lain, MJP mengapresiasi inisiatif Pemprov untuk mengakselerasi lahirnya produk hukum daerah tentang pendirian PT Jamkrida dan Penyertaan Modal kepada PT Jamkrida Sulawesi Utara.
“Dengan adanya PT Jamkrida diharapkan akan meningkatkan kemampuan dan memperlancar kegiatan koperasi dan UMKM melalui penjaminan kredit serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara tetapi jangan melanggar ketentuan yang diatur. Ini pelanggaran dan penghianatan terhadap aturan hukum,” jelas MJP. (IVO)