TERASMANADO.COM – Pj Bupati Kepulauan Sangihe dr. Rinny Tamuntuan membuka Focus Group Discussion (FGD) tentang Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara (RDTR KPN) Tahuna dan Marore, pada Selasa (5/9/2023).
Acara yang berlangsung di Tahuna Beach Hotel ini dihadiri oleh Tim Direktorat Jenderal Tata Ruang dan Badan Pertahanan Nasional (BPN)
FGD ini dalam upaya memajukan kawasan perbatasan negara Indonesia khususnya RI – Filipina.
Tamuntuan menyambut baik kedatangan Tim Direktorat Jenderal Tata Ruang dan BPN serta menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena mereka hadir dalam acara FGD yang sangat berarti tersebut.
“Kawasan perbatasan negara merupakan salah satu kawasan strategis nasional yang pengaturan wilayahnya menjadi prioritas, karena memiliki dampak yang sangat penting bagi kedaulatan negara serta pertahanan dan keamanan negara,” ungkap Tamuntuan.
Lebih lanjut, pengembangan kawasan perbatasan negara memperhatikan tiga aspek utama, yakni pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, serta lingkungan.
“Berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021, penyusunan RDTR KPN Tahuna dan Marore memiliki peran penting sebagai alat operasionalisasi dan koordinasi dalam pelaksanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Tahuna dan Marore, Provinsi Sulawesi Utara,” tambahnya.
Menurut Tamuntuan dalam konteks ini mengingat strategisnya kawasan perbatasan negara sebagai beranda depan NKRI, penetapan RDTR KPN memerlukan Peraturan Presiden untuk memastikan fungsi pertahanan dan keamanan negara yang akan menjamin kedaulatan dan ketertiban wilayah negara.
“Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, saya berharap Fokus Grup Discussion yang dilaksanakan hari ini dapat diikuti dengan sungguh-sungguh, sehingga kita benar-benar mencapai tujuan yang kita harapkan,” jelas Tamuntuan.
Dalam acara FGD ini, para pemangku kepentingan akan berdiskusi dan merumuskan strategi yang akan membantu mewujudkan pengembangan berkelanjutan di kawasan perbatasan negara Tahuna dan Marore, yang akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat setempat. (AYU)