TERAS, Manado – Meminimalisasi potensi pelanggaran peserta pemilu, Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara mengedepankan pencegahan.
Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Kelembagaan Bersama Stakeholder bertempat di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Minggu (28/1/2024).
“Bawaslu selalu menyampaikan kepada peserta pemilu terutama, bahwa pencegahan itu selalu ada di depan. Jadi strategi pengawasan Bawaslu itu mengedepankan pecegahan. Jadi kita mengirimkan surat imbauan, surat saran perbaikan dan seterusnya. Ini upaya pencegahan untuk meminimalisasi potensi pelanggaran,” kata Ardiles.
Lanjut Ardiles, contohnya di Bitung kemarin, ada kampanye satu calon presiden yang akan membagikan doorprize.
“Kita mengingatkan jangan doorprize lebih banyak dari jumlah pesertanya. Tidak boleh. Kalau jumlah pesertanya 1.000 doorprize-nya minimal 10 orang paling tinggi. Kalau sudah lebih dari 10 bukan doorprize jadi hadiah, pemberian materi lainnya. Di Undang-Undang tidak diperbolehkan,” ungkapnya.
“Ini contoh upaya-upaya pencegahan,” tambahnya.
Ardiles bersyukur di Sulut ini saling memahami terkait Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan yang ada.
“Bahkan (peserta pemilu) sering bertanya, berdiskusi dan berdialog supaya ini bisa diselesaikan di awal tidak menjadi pelanggaran,” sebutnya.
Ardiles mengaku bersyukur Bawaslu bisa mengumpulkan seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan dalam rakor tersebut.
“Ini upaya yang kami lakukan menjelang hari pemungutan dan perhitungan suara yang tidak lama lagi. Bagi kami ini hal yang sangat penting. Kenapa? Karena kita semua tentu setuju bahwa sukses pemilu, pengawasan pemilu, itu tergantung pada kita semua, bagaimana kita berkolaborasi dan bagaimana kita bersinergi,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, Bawaslu tidak mungkin bekerja sendiri khususnya dalam melakukan pengawasan pemilu.
“Tidak mungkin Bawaslu bekerja sendiri. Tidak mungkin Bawaslu bekerja dengan baik kalau misalnya peserta pemilu juga tidak melaksanakan tahap demi tahap pemilu ini dengan baik dan sesuai aturan,” sebutnya.
“Tidak mungkin Bawaslu bekerja sendiri kalau para akademisi tidak memberikan kritik dan masukan. Tidak mungkin kami bekerja sendiri kalau teman-teman organisasi tidak mendukung atau apatis. Apalagi teman-teman media, bagaimana kami mau bekerja dengan maksimal kalau misalnya apa yang kita kerjakan tidak terinformasikan kepada publik dengan baik,” sambung Ardiles.
Oleh karena itu, kata Ardiles, dengan menyadari pentingnya peran serta semua pihak dalam rangka sukses pelaksaaan pemilu, Bawaslu berupaya untuk bisa berdiskusi, berdialog dan bertatap muka secara berkelanjutan dan berkesinambungan dengan teman-teman semua.
“Malam hari ini kita berupaya melakukan itu. Jadi sekali lagi semua kita punya peran yang sangat besar dalam rangka kita mensukseskan pemilu. Bagi Bawaslu punya kepentingan yang sangat besar untuk mendapatkan dukungan dari bapak ibu sekalian semuanya. Itu alasan utama bagi Bawaslu menyelenggarakan kegiatan ini,” tandas Ardiles. (ivo)