TERAS, Manado – Anggota DPRD Sulut Henry Walukow mempertanyakan kesiapan Pemprov Sulut terkait infrastruktur, bahan baku serta antisipasi pencemaran lingkungan dalam pengembangan berbagai potensi industri yang dituangkan dalam ranperda.
Hal ini dipertanyakan Walukow saat pembahasan pansus dengan eksekutif terkait Ranperda Industri, Senin (25/3/2024) di kantor DPRD Sulut.
“Kami ingin minta penjelasan, bagaimana kesiapan Pemprov Sulut soal infrastruktur dan penunjang, bahan baku serta masalah lingkungan terkait rencana pembangunan industri di berbagai sektor,” kata Walukow.
“Jangan sampai Perda sudah diketuk, tapi hal ini diabaikan atau belum siap,” sambung Walukow yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulut.
Kepala Biro Hukum Setdaprov Sulut, Flora Krisen SH MH menyampaikan bahwa Ranperda Industri ini akan melibatkan berbagai intansi.
“Memang akan dilibatkan, misalnya dinas lingkungan hidup dan intansi lainnya. Selain itu, konsekuensi investasi itu adalah persoalan hukum. Jadi, sekali lagi, akan asa kolaborasi berbagai instansi,” jelas Flora.
Rapat pembahasan ranperda dipimpin oleh Ketua Pansus Amir Liputo didampingi Sekretaris Berty Kapojos dan dihadiri sejumlah anggota pansus antara lain, Henry Walukow, Vonny Paat, Arthur Kotambunan, Sandra Rondonuwu, Farry Liwe dan Boy Tumiwa.(ivo)