TERASMANADO.COM – Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penanganan bencana kembali digelar jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang dipimpin Bupati Joune Ganda kembali memimpin rapat koordinasi penanganan bencana, Kamis (11/04/2024).
Beberapa hal menjadi penekanan Bupati dalam rakor tersebut. Antaranya mengenai penggunaan anggaran tanggap bencana yang harus sesuai aturan. Dimulai dari perencanaan, penyaluran serta pemanfaatan yang harus didukung oleh dokumentasi sesuai fakta yang ada. Hal ini dikhususnya bagi Dinas PUPR dan BPBD yang menerima alokasi dana tanggap bencana dari kas Biaya Tidak Terduga (BTT).
“Saya ingatkan kepada seluruh jajaran terkait agar pemanfaatan dana tanggap bencana harus bebas dari kesalahan penggunaan apalagi pelanggaran serta harus mampu dipertanggungjawabkan sesuai aturan pelaporan yang berlaku,” tegas Bupati Joune Ganda.
Pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak juga menjadi atensi Bupati Joune Ganda. Dimana Bupati memastikan tersedianya air kebutuhan air bersih dari PDAM. Serta memastikan para camat memonitor dan menginformasikan update data kebutuhan dasar warga terdampak.
Bupati juga menerima laporan dari Camat Wori Kristiana Doodoh dan Camat Dimembe Ansye Dengah, mengenai update penanganan bencana di dua kecamatan yang terdampak bencana.
Menurut Doodoh, saat ini kondisi sosial kemasyarakatan mulai kondusif. Dimana seluruh warga yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Akibat bencana lanjut dia, sebanyak 96 rumah masyarakat terdampak. Dengan rincian 3 rusak berat, 86 rusak ringan dan 3 berpotensi terdampak atau berada di wilayah rawan terdampak.Sementara itu untuk Kecamatan Dimembe, menurut Dengah Jembatan Desa Batu dan Desa Lumpias akan segera dilakukan proses rehabilitasi oleh dinas PUPR.
Rakor diikuti Kepala BPBD Theodore Lumingkewas, Kepala BKAD Carla Sigarlaki, Kepala Inspektorat Steven Tuwaidan, Dirut PDAM Ruland Maringka, Kadis Kominfo Robby Parengkuan, Kadis PUPR Alfons Tintingon, para camat serta pejabat terkait lainnya.(VIC)