TERAS, Manado – Sebanyak 35 calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengikuti tes tertulis di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Sulut, Kamis (20/6/2024).
Para peserta mengikuti seleksi tertulis berbasis teknologi digital dengan menggunakan metode Learning Management System (LSM) dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang canggih.
Sementara 3 calon incumbent yang lain tidak lagi mengikuti seleksi ini, mereka langsung kepada tahapan Fit and proper test (FPT) Komisi I.
Seleksi tertulis ini merupakan langkah maju yang dilakukan oleh Tim Seleksi (Timsel) KPID Sulut yang dipimpin Ketua Dra. Roosje Kalangi, Wakil Ketua Suryanto Muarif dan Sekretaris Risat Sanger, SIP, serta anggota Dr Denny Mangala dan Prof Berty Sompie. Diketahui, seleksi tahapan ini Timsel bekerjasama dengan BPSDMD Provinsi Sulut.
Tes tertulis ini dibuka secara resmi oleh Assisten I Pemprov Sulut, Dr Denny Manggala atas nama Gubernur Sulut. Dihadapan perserta Manggala memberi apreseasi kepada Timsel yang melakukan terobosan baru dengan seleksi berbasis digital tidak lagi manual seperti sebelumnya.
“Ini gebrakan dan langkah maju Timsel apalagi masyarakat kita ini sudah digital minded. Kami tentunya berharap nantinya mereka yang terpilih juga demikian yang paham dan mengerti teknologi. Ini tantangan buat bapak/ibu yang mengikuti seleksi,” katanya.
Dirinya juga mengingatkan agar mereka yang terpilih harus mampu memberi kontribusi yang positif bagi daerah khususnya dalam dunia penyiaran.
Sementara itu, Kepala BPSDMD Marhaen Roy Tumiwa menjelaskaan, BPSDMD Provinsi Sulut ini juga merupakan lembaga terakreditas bintang 1 dan bisa mengeluarkan serifikat kompetensi berbagai jenis.
“Peralatan ini yang akan digunakan juga telah memberi kontribusi bagi daerah sulut karena BPMSD 2 tahun lalu menjadi lembaga terakreditasi pengadaan barang dan jasa dengan akreditasi A, baru 32 diklat dari 300 diklat di Indonesia dan Sulut salah satunya,” ucapnya.
Ketua Timsel Roosje Kalangi mengapreseasi BPSDND. Katanya, tes tertulis ini adalah bagian dari peningkatan SDM masyarakat Sulut.
“Bukan hanya aparatur tapi Pak Roy dan jajaran juga mampu meningkatlan kompetensi masyarakat,” sebutnya.
Sedangkan, Sekretaris Timsel Risat Sanger memastikan bahwa seleksi tertulis ini adalah bagian penting dalam penilaian dari semua akumulasi penilaian, psikotes dan wawancara.
Risat juga menjelaskan nantinya Timsel akan menyaring minimal 14 nama atau 21 nama untuk kemudian diserahkan ke Komisi I untuk di FPT.
“Sebelum FPT ada uji publik. Silahkan masyarakat memberi tanggapan. Jadi kami timsel akan menyampaikan 11 atau 18 nama karena 3 nama berdasarkan peraturan KPI menjadi hak dari incumbent,” jelas Risat.
Risat juga menggingatkan peserta waktu tes diberikan 3 jam untuk menjawab 100 soal. (ivo)