TERASMANADO.COM, Manado – Belum lama ini Menteri Agus Harimurti Yudhoyono melantik sejumlah pejabat di lingkup Kementerian ATR/BPN. Salah satu pejabat yang dilantik adalah MCW sebagai Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.
Diketahui sebelumnya, MCW menjabat sebagai Kepala Seksi Pengukuran Kantor BPN Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Terkait dengan pelantikan MCW ini, ternyata menimbulkan pertanyaan besar. Pasalnya MCW merupakan tersangka Bareskrim Polri pada kasus tanah di Gogagoman, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulut.
Persoalan ini pun mendapat sorotan Serdadu Anti Mafia Tanah (SAMT) Sulut. Terkait hal ini, Kabid Survey dan Pemetaan Kanwil BPN Sulut Ricky Hot Ropanda mengatakan, terkait dengan salah satu pegawai kami yang dipromosikan menjadi Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, pada prinsipnya promosi mutasi ini adalah yang bersangkutan harus punya tiket.
Tiket itu dalam artian dia harus lulus dulu tahapan seleksi, baik administrasi, kompetensinya maupun wawancara. “Ketika dia sudah punya tiket yang bersangkutan berhak diusulkan,” kata dia dalam keterangan pers, Jumat (27/9/2024).
Untuk terkait status yang bersangkutan, Ricky mengungkapkan, memang beliau itu ditetapkan tersangka dari Bareskrim itu sekitar bulan lima atau enam tahun ini. “Saya kurang tahu usulan itu apakah sebelum atau sesudah ditetapkan tersangka,” ujar dia.
“Memang pelantikannya baru satu atau dua minggu yang lalu, tapi kita tidak tahu usulannya apakah sebelum ada sesuah ditetapkan tersangka,” tutur dia.
Jadi prinsipnya sebenarnya terkait dengan usulan promosi karena yang bersangkutan sudah punya kartu tiket berarti secara level, kompetensi maupun secara kemampuan itu sudah dinyatakan layak untuk dipromosikan.
“Kanwil kan bukan yang menentukan untuk SK nya, sekelas pejabat administraor atau kepala bidang itu ranahnya pusat. Kita menunggu saja hasil dari pusat. Saya terima sementara lakukan pengecekan lebih lanjut dari pusat terkait dengan promosi yang bersangkutan,” kata Ricky. (ivo)