Manado, TERASMANADO.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Utara (Sulut) akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat ini.
Dinamika politik internal Partai Golkar Sulut pun mulai menghangat jelang musda. Sejumlah nama kader mulai mencuat ke publik sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulut, di antaranya Michaela Elsiana Paruntu (MEP) dan Ketua DPD II Golkar Minahasa Tenggara Tonny Lasut.
Nama MEP yang adalah adik Ketua DPD Golkar Sulut saat ini, Christiany Eugenia Paruntu (CEP) mencuat karena dinilai memiliki modal politik yang cukup kuat.
Sekarang MEP adalah Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara juga merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa Selatan.
Berdasarkan informasi yang beredar di internal partai, MEP telah mengantongi dukungan lebih dari 30 persen suara dari pemilik hak suara Musda, sebuah angka yang dinilai signifikan dalam kontestasi internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
Wakil Ketua DPD I Golkar Sulut Feryando Lamaluta membenarkan setiap kader yang ingin dicalonkan atau mencalonkan diri sebagai Ketua DPD I harus memenuhi ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.
Ia menegaskan aturan tersebut menjadi landasan utama dalam proses penjaringan calon pimpinan partai di tingkat provinsi.
“Terkait pencalonan, semua harus sesuai AD/ART. Untuk Ibu Michaela Elsiana Paruntu, memang sudah memenuhi syarat yang ditentukan dalam aturan partai, layaknya kader lain,” ujar Lamaluta saat dikonfirmasi.
Pernyataan tersebut memperkuat posisi MEP sebagai salah satu figur yang secara administratif dan struktural dinilai layak untuk maju dalam Musda Golkar Sulut.
Selain memiliki jabatan strategis di legislatif, MEP juga dikenal aktif dalam konsolidasi partai di wilayah Minahasa Selatan dan sekitarnya.
Sementara itu, mengenai waktu pelaksanaan Musda DPD I Golkar Sulut, Lamaluta menjelaskan hingga kini pihaknya masih menunggu jadwal resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Ia mengungkapkan secara nasional masih terdapat beberapa DPD I yang belum melaksanakan Musda.
“Dari delapan DPD I yang tersisa, sekarang tinggal tujuh. Baru satu yang sudah melaksanakan Musda. Sulawesi Utara masih menunggu jadwal dari DPP,” ujarnya.
Menurut Lamaluta, DPD I Golkar Sulut telah kembali mengajukan permohonan kepada DPP agar Musda dapat segera digelar. Penentuan jadwal Musda dinilai penting agar proses regenerasi dan konsolidasi kepemimpinan partai dapat berjalan sesuai mekanisme organisasi.
Situasi ini membuat dinamika internal Golkar Sulut semakin menarik untuk dicermati. Di satu sisi, munculnya figur-figur potensial seperti Michaela Elsiana Paruntu dan Tonny Lasut menunjukkan kompetisi yang sehat. Di sisi lain, kepastian jadwal Musda dari DPP menjadi faktor penentu arah politik Golkar Sulawesi Utara ke depan. (**/ivo)



