///

Ketua Fraksi Gerindra Louis Schramm Support Tim Pelajar Manado “Climate OS” ke Universitas Oxford

MANADO, TERASMANADO.COM – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Sulawesi Utara Louis Carl Schramm SH MH memberikan dukungan penuh terhadap langkah lima pelajar SMA/SMK di Manado yang tergabung dalam tim Longusei-X. Kelompok siswa ini resmi mengajukan inovasi teknologi iklim “Climate OS” berbasis aplikasi The Open Green Protocol (OGP) ke ajang global Oxford Saïd Global Climate Tech Challenge 2026 tepat pada momentum Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.

Louis Schramm, yang juga bertindak sebagai pembina tim, menyatakan apresiasi mendalam atas keberanian dan kreativitas anak-anak muda Sulut di kancah internasional. Kehadiran inovasi ini dinilai sejalan dengan fokus pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan edukasi lingkungan berbasis digital.

“Ini bukti nyata bahwa anak-anak daerah dari Manado mampu membangun arsitektur sistem iklim tingkat dunia. Kami dari lembaga legislatif siap mengawal agar inovasi OGP ini mendapatkan dukungan kebijakan penuh dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” kata Louis.

Inovasi OGP dirancang sebagai Climate Tech Data Hub berbasis WebGIS publik untuk memetakan dan memvalidasi aksi lingkungan tingkat rumah tangga secara otentik. Mengusung motto “Plant it, Pin it, Prove it”, platform ini dilengkapi fitur pelacakan metadata (GPS, timestamp, dan Zero-PII) guna mencegah klaim palsu atau greenwashing. Aplikasi Beta Phase 1 ini berhasil dirampungkan hanya dalam waktu 18 hari berkat pembinaan intensif bootcamp riset terapan CESNA Academy di bawah bimbingan Stenly Mokoginta.

Tahap awal difokuskan pada ekosistem pangan sirkular pekarangan, seperti budidaya hidroponik, tanaman buah, hingga kolam ikan. Kesiapan platform ini juga telah memvalidasi praktik mandiri di lapangan, salah satunya di SMAN 8 Manado yang sukses mengelola hidroponik, kolam terpal, serta sumber mata air lokal untuk ratusan rumah tangga.

Nama “Longusei” diambil dari pohon endemik (Ficus minahassae) yang menjadi maskot flora Sulawesi Utara, melambangkan identitas dan kekayaan hayati daerah. Tim ini terdiri dari kolaborasi pelajar lintas sekolah di Manado yakni Andrea Dolo (SMA Negeri 7 Manado) – Team Leader, Wilhelmina Saerang (SMK Yadika Manado) Darlene Pandegirot (SMA Katolik Rex Mundi Manado), Raizella Rambit (SMA Kristen Eben Haezar Manado) dan Elkana Weken (SMA Kristen Eben Haezar Manado).

Keberhasilan proposal ini ditopang oleh konsep Quadruple Helix, yakni sinergitas antara inovasi siswa, arsitektur teknologi dari CESNA Academy, partisipasi aktif ratusan warga sebagai validator akar rumput, serta dukungan kebijakan DPRD Sulut.

Setelah tahap submit proposal pada 17 Agustus 2026, tim Longusei-X kini bersiap menanti pengumuman babak finalis dari Universitas Oxford yang dijadwalkan pada September 2026. Ke depan, peta jalan OGP diproyeksikan berkembang untuk memantau kredit karbon hutan dan mangrove (Green & Blue Carbon), polusi udara, hingga krisis air bersih. (**)

Latest from Manado