Manado, TERASMANADO.COM – Uskup Manado Mgr. Benedictus Estefanus Rolly Untu, MSC mengajak umat untuk menghidupi kasih dalam pelayanan, menjaga lingkungan sebagai rumah bersama, serta memperkuat persaudaraan. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak perayaan Pesta Pelindung Paroki Bunda Teresa Calcuta Griya Paniki Indah (GPI), Sabtu (05/09/2026).
Kehadiran Uskup Rolly menjadi kado istimewa, karena di tengah jadwalnya, Uskup ia menyempatkan diri hadir dan didampingi Asisten Uskup Manado, Pastor Silvianus Koraag Pr, yang sebelumnya pernah bertugas sebagai pastor rekan di Paroki Bunda Teresa GPI .
“Saya mengucapkan selamat, proficiat Peristiwa iman dalam cahaya iman untuk pelayanan kasih, merawat bumi, dan membangun persaudaraan dengan sarana yaitu ruang perjumpaan umat,” kata Uskup Rolly.
Ia mengingatkan umat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan simbolis. Pesan Paus Fransiscus tentang bumi sebagai rumah bersama, kata dia, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Semuanya hanya bisa terjadi karena kasih. Ini teladan dari Bunda Teresa yang melayani. Kalau ada kasih, maka hati itu terbuka, mata itu melihat banyak hal, telinga mendengarkan banyak hal, dan orang akan peduli untuk merawat satu sama lain,” ujarnya.
Puncak perayaan tersebut juga dirangkaikan dengan Misa Penerimaan Komuni Pertama bagi 75 anak yang dipimpin Pastor Paroki Fransiscus Antonio Runtu, Pr dan Pastor Neomis, PastorValentino Pandelaki, Pr . Uskup Rolly mengatakan momentum itu menjadi bagian penting dalam perjalanan iman sekaligus mengingatkan bahwa anak-anak membutuhkan berbagai teladan, nasihat dan pendampingan dari keluarga serta komunitas umat.
“Jadi anak-anak ini merekabisa menerima komuni pertama melambangkan ini Tuhan yang ada dalam hati mereka, tapi ini adalah gambaran dari apa yang torang makan setiap hari. Bukan hanya makanan fisik, jasmani, tapi rupa-rupa masukan, input yang mereka terima,” katanya.
Pastor Paroki Bunda Teresa Calcutta, Pastor Fransiscus Antonio Runtu, Pr., mengatakan spiritualitas Bunda Teresa harus diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama dan keterlibatan seluruh umat dalam kehidupan paroki.
“Bunda Teresa tidak hanya sebagai pelindung. Tapi memberikan inspirasi kepada kita untuk peduli terhadap sesama dan itulah yang harus kita tradisikan, semangat dari Bunda Teresa,” kata Pastor Angky sapaan akrabnya.
Menurut dia, pelayanan paroki bukan hanya tanggung jawab pastor atau panitia, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh umat dan pengurus wilayah rohani. Semangat tersebut, katanya, sejalan dengan keteladanan Bunda Teresa dalam membangun komunitas.
Koordinator Tim Kerja Pesta Pelindung, Margie Poluan dalam laporannya mengatakan perayaan tersebut dirancang sebagai momentum untuk menginternalisasi spiritualitas Bunda Teresa melalui tiga pilar, yakni iman, aksi nyata dan persaudaraan.
Tema yang diusung adalah “Melayani dengan kasih, merawat bumi, dan bersukacita dalam persaudaraan.” Tema tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari perlombaan antarwilayah rohani, pelayanan kesehatan gratis, bazar pangan murah, donor darah hingga kegiatan kepedulian terhadap lingkungan.
Pelayanan kesehatan gratis digelar pada 25 Agustus 2026 dengan melibatkan umat dan masyarakat sekitar Griya Paniki Indah. Panitia juga bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit, instansi pemerintah, tenaga kesehatan, puskesmas dan laboratorium.
Sementara program penanaman pohon dan bibit rica sebagai bagian dari kepedulian lingkungan belum dapat dilaksanakan karena kondisi cuaca dan kemarau panjang. Program tersebut akan dilanjutkan oleh Dewan Pastoral Paroki.
Puncak perayaan ditutup dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba dan doorprize. Simbol kue ulang tahun berupa ubi dan pisang turut dihadirkan sebagai gambaran hasil bumi sekaligus ungkapan syukur umat atas berkat yang diterima.
Margie mengatakan tingkat keterlibatan umat melalui wilayah rohani dalam rangkaian kegiatan mencapai sekitar 70 persen. Menurutnya, partisipasi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa semangat persaudaraan dan kebersamaan yang menjadi bagian dari tema perayaan dapat diwujudkan dalam kehidupan umat.(VIC)

