Airmadidi, TERASMANADO.COM – Peran media massa dalam mengawal pengembangan desa wisata di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dinilai penting untuk memastikan sektor pariwisata tumbuh secara transparan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menjadi sarana promosi potensi daerah, pers juga memiliki fungsi kontrol melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan independen.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Persatuan Jurnalis Biro Minut (PJBM), Fernandus Y. Adam, saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di Sutan Raja Hotel, Selasa (03/11/2026). Menurut Adam, desa wisata bukan sekadar destinasi kunjungan, melainkan sebuah ekosistem yang mengintegrasikan potensi alam, tradisi budaya, produk lokal, serta kehidupan masyarakat setempat.
Ia menegaskan, pemberitaan pariwisata tidak seharusnya hanya berfokus pada keindahan objek wisata. Jurnalis juga perlu memastikan informasi yang disampaikan kepada publik telah melalui proses verifikasi, termasuk menyangkut tata kelola anggaran, ketersediaan fasilitas dasar, serta berbagai aspek pendukung pengembangan destinasi. “Karena itu, jurnalis perlu melakukan verifikasi secara ketat, termasuk terhadap tata kelola anggaran, ketersediaan fasilitas dasar serta berbagai informasi yang disampaikan kepada publik,” tegas Adam.
Pewarta senior yang akrab disapa Nando tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi pers, menghormati kearifan lokal, serta menghindari pemberitaan sensasional dan klaim berlebihan tanpa dukungan fakta. Ia menilai, pengembangan desa wisata membutuhkan sinergi pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media agar potensi daerah dapat dikelola secara terarah serta memberikan dampak terhadap perekonomian warga. “Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha dan media, pengembangan desa wisata di Minahasa Utara dapat berjalan lebih terarah serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat,” ungkapnya optimistis.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Novly Wowiling saat membuka kegiatan menyatakan media memiliki kontribusi penting dalam mendukung pengembangan pariwisata dan kebudayaan daerah. Ia mengapresiasi keterlibatan pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, serta insan pers yang selama ini turut memperkenalkan berbagai potensi wisata Minahasa Utara. Menurutnya, perkembangan investasi di sektor pariwisata tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak sehingga sinergi yang telah terbangun perlu terus diperkuat.
Melalui FGD tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara diharapkan dapat merumuskan gagasan dan strategi bersama untuk mengoptimalkan potensi desa wisata. Keterlibatan media dalam fungsi promosi sekaligus pengawasan diharapkan mampu mendorong pengelolaan pariwisata yang lebih transparan dan berkelanjutan, sehingga sektor ini tidak hanya meningkatkan daya tarik daerah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.(VIC)

