TERASMANADO.COM – Wakil rakyat yang tulus mengabdi dan melayani masyarakat pantas disematkan kepada politisi Partai Golkar Inggried JNN Sondakh, SE. MM. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tiga periode ini sudah banyak berbuat bagi masyarakat.
Berbagai program berhasil Inggried perjuangkan untuk warga khususnya di daerah pemilihannya Minahasa-Tomohon. Di antaranya program pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.
Wakil Ketua Komisi II bidang Perekonomian dan Keuangan ini juga masih terus memperjuangkan pembangunan perbaikan infrastruktur objek wisata di Minahasa, seperti Bukti Kasih di Kanonang, dan Sumaru Endo di Remboken.
Sebelumnya, Inggried yang salah satu anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut dari Fraski Golkar paling getol menyuarakan aspirasi warga ini. Di mana, saat pembahasan KUA/PPAS APBD 2023, Inggried kepada Ketua TAPD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut Steve Kepel meminta ada perhatian serius untuk objek wisata Bukit Kasih dan Sumau Endo.
Inggried menegaskan, dua objek wisata ini adalah kewenangan penuh dari Pemprov, harusnya ada perhatian dengan alokasi dana yang memadai.
“Saya mengangkat ini bukan karena Bukit Kasih pernah dibangun oleh seorang gubernur, tapi kenyataannya ini adalah aset Sulut yang memberi multiplier effect bagi masyarakat sekitar dan dinikmati baik turis lokal maupun mancanegara. Saat ini kondisi Bukit Kasih sudah sangat memprihatinkan,” ungkap Inggried yang merupakan Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulut.
Selain itu, Inggried juga menyampaikan soal karcis masuk sementara di sisi lain tidak diikuti dengan perbaikan sarana dan prasarana.
“Seharusnya ada perhatian yang serius dari pemerintah terhadap Bukit Kasih, apalagi tahun ini menjadi prioritas. Keadaan Bukit Kasih saat ini sudah sangat memprihatinkan, banyak bangunan yang rusak ditambah lagi iuran masuk dikeluhkan oleh lima desa, di mana perorangan itu iurannya Rp 10 ribu, sedangkan mobil Rp 20 ribu. Itu yang saya dapat informasinya,” ungkap Inggried.
“Mohon iurannya diperhatikan karena tidak sesuai dengan fasilitas. Masyarakat yang bergantung pada ekonomi mikro sangat terdampak juga, karena iuran dan fasilitas membuat pengunjung kurang berkunjung. Sekali lagi, mohon diperhatikan,” pintanya.
Legislator dapil Minahasa-Tomohon ini berharap aspirasi tersebut bisa ditindaklanjuti oleh Pemprov Sulut.
“Sejauh ini, info yang saya dapat belum masuk dalam APBDP 2023. Sangat berharap nantinya boleh masuk dalam APBD 2024,” harap Inggried Sondakh yang kembali tercatat sebagai Caleg Anggota DPRD Sulut dapil Minahasa Tomohon periode ke empat dari Partai Golkar nomor urut 1.
Oleh karena itu, berbekal segudang pengalaman dalam melobi program dan anggaran di DPRD tersebut, tidak ada salahnya jika masyarakat mempercayakannya lagi untuk duduk sebagai anggota dewan di periode mendatang.
“Semuanya mengalir, jika Tuhan berkehendak dan rakyat merestui semua bisa terjadi,” tutup legislator yang dikenal rendah hati ini. (IVO)




