Manado, TERASMANADO.COM – Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Dapil Kota Manado melaksanakan kegiatan Reses I Masa Persidangan Kedua Tahun 2026. Kegiatan reses ini dilakukan mulai tanggal 28-31 Maret 2026.

Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Reynald Anter SE ME melaksanakan reses di Kelurahan Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Selasa (31/3/2026). Reses ini dihadiri Pemerintah Kota Manado dalam hal ini Lurah Ternate Tanjung Rini Moki, jajaran kepala lingkungan, perangkat kelurahan, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Pada Reses I masa persidangan kedua tahun 2026 ini, Koordinator Komisi I Bidang Pemerintah dan Hukum, dapil Kota Manado Royke Anter dalam sambutannya menegaskan bahwa turun ke lapangan menemui konstituen bukanlah sekadar rutinitas, melainkan kewajiban konstitusi yang melekat pada setiap anggota dewan.

”Reses dilaksanakan dalam setahun sebanyak tiga kali. Ini adalah tugas dan tanggung jawab kami untuk turun ke daerah pemilihan (dapil) guna menjemput aspirasi maupun masukan langsung dari masyarakat,” kata legislator dari Partai Demokrat tersebut.
Dalam sesi dialog, warga Ternate Tanjung memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan berbagai persoalan mendesak yang mereka hadapi. Beberapa poin utama yang mencuat antara lain:
Bantuan Bencana dimana terkait distribusi dan sinkronisasi data penerima bantuan pascabanjir. Juga Layanan Kesehatan terkait Kendala dalam administrasi dan kepesertaan BPJS Kesehatan serta Sertifikasi Tanah dimana Permohonan bantuan dari masyarakat terkait pendampingan penerbitan sertifikat tanah agar memiliki kepastian hukum.

Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Royke Anter berkomitmen untuk membawa poin-poin tersebut ke ranah kebijakan. Ia berjanji akan mengawal setiap usulan sesuai dengan porsi kewenangan yang ada.
”Semua masukan ini kami tampung dan akan dikawal. Kami akan teruskan ke pihak terkait, baik itu di tingkat Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi, bahkan hingga ke Pemerintah Pusat jika memang itu ranahnya. Intinya, kami akan berupaya agar apa yang menjadi keluhan warga mendapatkan solusi yang nyata,” ujar dia.

Selain Anter, tujuh Anggota DPRD Sulut Dapil Manado lainnya juga menggelar Reses yakni Louis Carl Schramm, Amir Liputo, Yongkie Limen, Paula Runtuwene, Jeane Laluyan, dan Iren Golda Pinontoan.
Ketua Fraksi Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi IV, Louis Carl Schramm reses bersama bersama warga di Kelurahan Tumumpa I, Kecamatan Tuminting, Sabtu (28/3/2026).

Schramm mengatakan, bahwa ada banyak kebutuhan warga yang didapat dalam menyerap aspirasi ini. “Salah satunya jalan perkuburan. Masyarakat memohon agar menjadi perhatian Pemerintah Provinsi maupun kota agar supaya orang juga merasa aman dan nyaman disaat ada duka untuk mengantarkan jenazah ke tempat pekuburan,” ujar dia.
Selain itu, ada juga aspirasi-aspirasi lainnya yang disampaikan masyarakat. Soal pemohonan usaha atau UMKM, bahkan lahan untuk koprasi Merah Putih, serta permintaan hewan kurban.

“Jadi ini harus di support oleh pemerintah, dan ini wajib bagi masyarakat yang ingin berusaha. Soal koperasi merah putih, saat ini pemerintah pusat lewat kementerian koperasi lagi menginstruksikan menyarikan lokasi untuk membangun gerai koperasi merah putih di daerah Tumumpa Satu. Ini supaya ada koperasi merah putih yang sudah terbentuk di wilayah sini. Dan untuk bantuan hewan kurban, Mesjid At Taufik ini merupakan salah satu mesjid yang memiliki jamaah yang terbesar bukan hanya di Kota Manado, tapi juga di sulut. Jadi wajib pemprov mengalokasikan bantuan sapi kurban untuk mesjid ini, apalagi menghadapi hari raya kurban. Jadi haruslah pemerintah memperhatikan ini,” ungkap Schramm.
Ia pun mengakatan bahwa, setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat ini akan disampaikan, dan akan di masukan dalam pokok-pokok pikiran (pokir). “Ini akan ditindaklanjuti, akan kami sampaikan kepada Pemerintah provinsi,” kata dia.

Sementara itu, H. Amir Liputo, SH, menggelar kegiatan Masa Reses I Tahun 2026. Bertempat di kawasan Sospol, Kecamatan Tuminting, Sabtu (28/3/2026) siang. Sejumlah aspirasi masyarakat berhasil diserap. Dimana masyarakat menyampaikan keluhan soal Permasalahan seperti BPJS, air bersih untuk rumah ibadah, penanganan sungai Mahawu dan Bailang, penerangan jalan, pembuatan jalan setapak serta pendirian sekolah negeri di bagian Utara manado, menjadi keluhan warga.
Menanggapi hal tersebut, Amir Liputo yang duduk di Komisi III bidang pembangunan ini mengatakan, terkait air bersih untuk rumah ibadah, penerangan jalan dan pembuatan jalan setapak dirinya mempersilahkan untuk memasukan proposal. “Silahkan proposalnya dimasukan ke saya,” jawab Liputo.

Sementara itu, terkait pembangunan sekolah, politisi PKS ini menjelaskan pembangunan sekolah negeri di wilayah utara sudah diusulkan. Sementara untuk soal zonasi akan ditinjau kembali. “Intinya aspirasi yang disampaikan akan dilihat kewenangannya apakah menjadi kewenangan propinsi ataupun kewenangan pemkot manado, tentunya dengan memperhatikan skala prioritas,” ungkap dia.
Liputo pun menyampaikan bahwa, untuk aspirasi yang ada, akan di sampaikan lewat pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD untuk ditindaklanjuti. “Saya tetap fokus untuk selalu perjuangkan aspirasi masyarakat,” kata dia. Sementara Anggota DPRD dari Fraksi Nasdem Prof Paula Runtuwene menggelar reses di Kelurahan Pinesaan Manado, tempat gedung Griya Peninsula, Senin (30/3/2026), dan juga turun di sejumlah sekolah di Kota Manado.

Personel Komisi IV itu berkunjung dan berdialog dengan jajaran pimpinan Sekolah SMKN 1, SMKN9, dan SMAN4 di Kota Manado. Dalam reses itu terungkap tentang kondisi sarana prasarana (ruang kelas laboratorium), kebutuhan guru hingga dukungan pengembangan seni budaya dan olahraga, IT bahkan penghargaan kepada siswa berprestasi serta banyak hal lainnya. Sedangkan Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Irene Golda Pinontoan menggelar reses di tiga lokasi berbeda, yakni Kelurahan Meras, Kelurahan Mapanget Barat, dan Kelurahan Lawangirung.
Berbagai isu mengemuka dalam reses tersebut, mulai dari kebutuhan infrastruktur lingkungan, pelayanan kesehatan, hingga persoalan sosial yang dirasakan warga di tingkat kelurahan. Warga berharap aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui program pemerintah provinsi.

Kemudian, Legislator Partai Golkar, Yongkie Limen reses di Kecamatan Paal Dua, Kelurahan Dendengan Dalam, Lingkungan IV. Sedangkan Legislator PDIP, Royke Roring reses di Kecamatan Malalayang dan Kelurahan Paal IV, adapun apirasi didapat soal infrastruktur dan kesehatan masih mendominasi. Sama halnya reses yang dilaksanakan Srikandi PDI Perjuangan Jeane Laluyan di Wilayah Titiwungen dan Kecamatan Malalayang.
Ada beberapa poin utama yang menjadi sorotan, meliputi perbaikan drainase untuk antisipasi banjir dan pemeliharaan jalan lingkungan. Peningkatan kualitas layanan BPJS serta bantuan sarana prasarana sekolah. Penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran dan pemberdayaan UMKM lokal.

Kedelapan anggota DPRD Sulut Dapil Manado menyatakan komitmennya untuk mengawal setiap usulan yang masuk. Ini nantinya akan di tampung dan akan di kawal dan di tindaklanjuti lewat pokok-pokok pikiran (pokir) di DPRD Sulut. Aspirasi ini nantinya akan dirangkum dalam laporan resmi reses dan diperjuangkan dalam rapat paripurna agar dapat diakomodasi oleh Pemerintah Provinsi dalam penyusunan program kerja ke depan.
Reses adalah kewajiban moral dan politik kami. Suara masyarakat Manado adalah prioritas yang harus kami sampaikan kepada eksekutif agar pembangunan benar-benar dirasakan oleh warga di akar rumput. (ADVERTORIAL)




