Manado, TERASMANADO.COM – Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi (FPDR) dan 234 SC serta Bawaslu Sulut menggelar dialog kebangsaan, Kamis (21/5/2026). Dialog digelar di ruang Command Center Kantor Bawaslu Sulut.
Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh mengatakan, kegiatan ini untuk memperkuat kapasitas dan soliditas kelembagaan. Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya konsolidasi demokrasi serta menumbuhkan semangat reformasi dan bela negara dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pemilu yang profesional, berintegritas dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.
Untuk itu, Bawaslu Sulut melaksanakan kegiatan pembinaan dan penguatan kelembagaan Bawaslu Sulut : konsolidasi demokrasi dalam semangat reformasi dan bela negara menuju kebangkitan nasional.
Lanjut Ardiles, dalam sambutannya menyampaikan bahwa secara historis Bawaslu lahir dari semangat Reformasi 1998, sehingga memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga nilai-nilai demokrasi.
“Secara kelembagaan, Bawaslu lahir dari rahim reformasi Tahun 1998. Sebagai anak kandung reformasi, sudah sepantasnya kita ikut memperingatinya,” ujar Ardiles.
Ia juga menjelaskan bahwa melalui surat instruksi Bawaslu RI terkait konsolidasi demokrasi, seluruh jajaran Bawaslu diminta untuk terus melakukan penguatan demokrasi di masa non tahapan pemilu, baik melalui kegiatan internal maupun dengan menjangkau para pemangku kepentingan, komunitas, dan masyarakat sipil secara langsung.
“Sejauh ini, Bawaslu telah melakukan kunjungan ke partai politik, kampus, serta kelompok masyarakat sipil dalam rangka penguatan demokrasi. Bagi Bawaslu, demokrasi tidak hanya hadir saat ada pemilu. Hal ini juga menegaskan bahwa di masa non tahapan, Bawaslu tidak tidur,” tegas Ardiles.
Sementara, Ketua FPDR Sulut Risat Sanger menyampaikan, gagasan dialog terbuka dilaksanakan bersama Bawaslu adalah untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei) dan Hari Reformasi (21 Mei) ke 28 tahun.
Pada acara ini juga dilaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman “PENGAWASAN DEMOKRASI”antara Bawaslu Sulut dan FPDR Sulut.
Ikut Hadir dan tampil sebagai pembicara antara lain, Denny Susanto selaku Ketua Nusantara Justice Indonesia yang juga member 234 SC Manado, perwakilan dari Kejasaan Tinggi Sulut, Polda Sulut, Pengadilan Tinggi, Kodam XIII Merdeka, Akademisi, Budayawan dan juga Unsur Pemuda. (*)




