///

DPD II Golkar Bitung Tegak Lurus Dukung Bahlil Lahadalia, Tepis Isu Munaslub

BITUNG, TerasManado.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Bitung menegaskan komitmen seluruh jajaran pengurus dan kadernya tetap solid serta tegak lurus mendukung kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Sikap tegas ini beriringan dengan instruksi dan penegasan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut), Michaela Elsiana Paruntu (MEP), yang memastikan seluruh kader partai berlambang pohon beringin di Bumi Nyiur Melambai berada dalam satu barisan di bawah komando Bahlil.

Melalui penegasan tersebut, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bitung, Priscilla Cindy Wurangian, membantah spekulasi dan narasi yang menyebutkan bakal dilaksanakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar dalam waktu dekat.

Cindy yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Sulut, menilai desas-desus mengenai munaslub sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah soliditas internal Partai Golkar.

“Golkar Bitung mendukung penuh kepemimpinan Pak Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum. Isu mengenai adanya Munaslub itu adalah hoaks. Saya yakin seluruh kader DPD II Bitung, bahkan se-Sulut, solid mendukung kepemimpinan Pak Bahlil,” tegas Cindy, Minggu (8/11/2026).

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPD Partai Golkar Sulut Michaela Elsiana Paruntu menyatakan, berdasarkan koordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), informasi mengenai rencana Munaslub tersebut tidak benar.

MEP bahkan menyebut kabar yang beredar itu sebagai hoaks yang berpotensi membentuk persepsi keliru sekaligus mengusik soliditas internal partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Saya dan semua kader Partai Golkar Sulut akan tegak lurus bersama Ketum Bahlil Lahadalia. Saya ingin memastikan kepada seluruh kader dan masyarakat bahwa isu Munaslub itu 1000 persen hoaks. Kami melihat ada pihak yang mencoba mengganggu soliditas Partai Golkar. Padahal, kondisi internal partai saat ini tetap solid dan berjalan positif,” tegas MEP.

Menurut MEP, dinamika dan berbagai informasi yang berkembang di ruang publik perlu disikapi secara proporsional.

Ia mengingatkan kader agar tidak mudah terpancing narasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya, terlebih jika informasi tersebut berpotensi memicu kegaduhan dan merusak kepercayaan terhadap organisasi.

Tak hanya meluruskan isu Munaslub, MEP juga menyampaikan bantahan keras terhadap berbagai tuduhan yang diarahkan kepada Bahlil Lahadalia.

Ia menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan fitnah yang sangat merugikan nama baik Ketua Umum Partai Golkar.

“Semua fitnah yang ditujukan kepada Ketum Bahlil Lahadalia sangat tidak berdasar dan 1.000 persen tidak benar,” katanya.

MEP kemudian menyinggung bantahan Bahlil terkait isu yang mengaitkan dirinya dengan dugaan penyadapan dan perekaman pembicaraan pihak lain. Menurutnya, Bahlil telah memberikan klarifikasi sekaligus membantah tuduhan tersebut.

“Kan Ketum Bahlil Lahadalia telah menyampaikan bantahan keras terkait tuduhan serta isu yang mengaitkan dirinya dengan aksi penyadapan dan perekaman pembicaraan pihak lain. Ketum Bahlil menegaskan bahwa isu tersebut merupakan fitnah yang dibangun untuk merusak nama baiknya serta marwah Partai Golkar,” ungkapnya.

Di tengah beragam isu yang berkembang, MEP justru mengklaim konsolidasi internal Partai Golkar semakin intensif. Ia menyebut dinamika tersebut tidak menyurutkan koordinasi antarkader, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Soliditas organisasi, lanjutnya, terus diperkuat melalui komunikasi dan konsolidasi berjenjang, mulai dari DPP, DPD, DPC hingga struktur kepengurusan di tingkat ranting.

Khusus di Sulut, MEP memastikan mesin organisasi tetap bergerak. Konsolidasi kader terus dilakukan untuk menjaga kesinambungan kerja politik dan memperkuat koordinasi hingga ke wilayah kabupaten dan kota.

“Untuk Sulut, kita terus lakukan konsolidasi. Kader Partai Golkar Sulut makin kompak dan tetap bersama Ketum Bahlil Lahadalia. Jadi, isu-isu yang tidak benar dan mengaitkan dengan isu penyadapan itu tidak benar. Ketum Bahlil Lahadalia juga menjadi korban penyadapan,” ujar dia.

Lebih lanjut, MEP menyebut persoalan isu Munaslub telah diluruskan oleh jajaran DPP Partai Golkar. Ia merujuk pada pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji dan Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia yang, menurutnya, telah memberikan penjelasan kepada publik.

“Pak Sekjen, Pak Sarmuji, telah membantah itu. Bahkan Pak Waketum Partai Golkar Ahmad Doli juga telah meluruskan bahwa informasi itu keliru dan 100 persen tidak benar. Jadi, semua kader jangan percaya dengan isu ini,” kata dia.

MEP pun kembali menegaskan bahwa konsolidasi Partai Golkar Sulut mencakup seluruh wilayah, dari Kabupaten Kepulauan Talaud hingga Bolaang Mongondow Utara. Ia menyatakan jajaran partai di daerah tetap berpegang pada garis organisasi dan kepemimpinan DPP.

“Dari ujung Talaud hingga Bolaang Mongondow Utara, kita kompak dan tegak lurus,” ujar MEP.

Latest from Bitung