TERASMANADO.COM- Kabar baik bagi masyarakat Sangihe dan Talaud. Meski berada di daerah kepulauan, wilayah terdepan NKRI di utara Indonesia itu akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 273 miliar dari APBN, yang diperuntukan untuk pembangunan infrstruktur jalan dan jembatan.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulut Hendro Satrio MK kepada wartawan menjelaskan bahwa untuk tahun 2023 mendatang, ada berbagai proyek yang menjadi kewenangan nasional di wilayah kepulauan di Talaud dan Sangihe.
“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada wilayah atau daerah terdepan, terluar dan tertinggal,” ungkap Satrio, Selasa (8/11/2022).
Ia menyebutkan, ada penanganan pekerjaan paket multi years 2022-2024, yakni di preservasi jalan Esang-Rainis.
“Itu adalah adalah penuntasan jalan tanah. jadi masih ada jalan tanah sepanjang 23,4 kilometer yang kita tangani lewat paket multi years tersebut. Jadi jalan tanah tersebut akan kami lakukan pengaspalan,” ungkap dia.
Ada juga penggantian jembatan di Talaud. Jadi ada jembatan Panding dan lainnya.
“Kami juga akan lakukan penggantian jembatan Ambiat sama di Talaud juga,” tambah Satrio.
Sedangkan untuk Kabupaten Sitaro, ia mengatakan tidak ada anggaran di BPJN, karena memang Sitaro tidak memiliki jalan nasional.
Apa yang disampaikan oleh Kepala BPJN tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andi Silangen.
“Ini patut diapresiasi karena ini adalah bentuk perhatian pemerintah pusat kepada daerah kepulauan,” tukas Silangen usai rapat paripurna penetapan APBD tahun 2023 di DPRD Sulut, Selasa (9/11/2022). (*)