Minahasa, TERASMANADO.COM – Panitia Natal Nasional 2025 menyelenggarakan Perayaan Natal Nasional di Gereja Maranata Kristen Indonesia, Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Natal Nasional yang mengusung tema “Allah Hadir Untuk MenyelamatkanKeluarga”.
Perayaan ini menjadi momentum iman yang menegaskan bahwa Natal tidak hanya dimaknai sebagaiperayaan rohani, tetapi juga sebagai peristiwa kasih yang hadirdan bekerja nyata dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat.
Perayaan Natal Nasional 2025 di Minahasa dihadiri oleh unsur Panitia Natal Nasional, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, perwakilan Kapolres Minahasa, perwakilan Dandim Minahasa, para tokoh agama lintas denominasi gereja, anak-anak pantiasuhan, serta peserta penerima manfaat bantuan dari PanitiaNatal Nasional. Kehadiran berbagai unsur tersebutmencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas dalammerayakan Natal yang inklusif dan berdampak nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay bersama perwakilan Panitia Natal Nasional Connie Rumondor secara simbolis menyerahkan berbagaibentuk bantuan kepada para penerima manfaat. Penyaluranbantuan ini menjadi wujud nyata kehadiran Natal yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan gereja di wilayah Minahasa.
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa pelaksanaan Natal Nasional di Minahasamerupakan bagian dari komitmen Panitia Natal Nasional untukmenghadirkan perayaan Natal yang inklusif dan menjangkauseluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, tema “Allah HadirUntuk Menyelamatkan Keluarga” menjadi landasan utamaseluruh rangkaian Natal Nasional 2025 di berbagai daerah.
“Natal Nasional 2025 kami rancang agar tidak berhenti pada seremoni. Melalui berbagai program sosial, pendidikan, dan kesehatan, kami ingin memastikan bahwa keluarga Indonesia benar-benar merasakan kehadiran kasih Tuhan,” ujar Maruarar.
Sebagai bagian dari rangkaian Natal Nasional 2025, PanitiaNatal Nasional menyalurkan berbagai program bantuan berskalanasional. Di bidang kesejahteraan masyarakat, disiapkan 20.000 paket sembako yang disalurkan kepada masyarakat di sepuluhwilayah, termasuk Minahasa. Selain itu, Panitia Natal Nasional juga menyalurkan bantuan pendidikan dan beasiswa senilaiRp10 miliar kepada 1.000 penerima manfaat di sepuluh wilayah Indonesia, dengan masing-masing penerima mendapatkan Rp10 juta.
Di Minahasa, Panitia Natal Nasional juga menyalurkan bantuanambulans untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakatserta bantuan rehabilitasi tiga gereja, yakni Gereja AdvenTongkaina, Gereja Maranata Tateli, dan Gereja Pantekosta di Minahasa. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat pelayanangereja sekaligus menopang kehidupan sosial masyarakat sekitar.
Pelaksanaan Natal Nasional 2025 dilakukan secara serentakdi sepuluh titik di Indonesia, yakni Ambon, Toba, Manado–Minahasa, Jailolo Maluku Utara, Kalimantan Barat, Nias, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, Toraja, dan Mentawai. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai satukesatuan perayaan iman yang mengedepankan kesederhanaan, kebersamaan, dan dampak nyata bagi masyarakat. (***)



