Sangihe, TERASMANADO.COM — Upaya menjaga stabilitas konektivitas digital di wilayah kepulauan terus diperkuat melalui sosialisasi dan koordinasi perbaikan partial cut Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane yang digelar oleh BAKTI Komdigi bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Sitaro, Eddy Salindeho, Kepala Dinas Kominfo Sangihe Ronald Lumiu, serta Kepala Dinas Kominfo Sitaro Indra Purukan. Turut hadir jajaran BAKTI Komdigi, di antaranya Plt Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Masyarakat dan Pemerintah Sudarmanto, Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi Pemerintah Suharyoto, Kepala Divisi Infrastruktur Backbone Meiliana Loeis, serta Kepala UPT Balai Monitor SFR Kelas II Manado Manuelson Jaka Jusuf. Sejumlah pejabat pusat juga mengikuti kegiatan secara daring.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Michael Thungari menyampaikan apresiasi atas langkah perbaikan yang dilakukan, sekaligus menegaskan pentingnya keandalan jaringan di wilayah perbatasan seperti Sangihe.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas upaya perbaikan ini. Bagi kami di wilayah kepulauan, konektivitas sangat vital karena menyangkut pelayanan publik, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, gangguan jaringan sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran mengingat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan internet. Potensi blackout jaringan dalam waktu lama dinilai dapat berdampak besar, terutama di daerah dengan keterbatasan akses seperti Sangihe.
Menurutnya, berbeda dengan wilayah perkotaan yang memiliki banyak jaringan cadangan, daerah kepulauan masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, sehingga diperlukan langkah mitigasi yang matang dan berkelanjutan.
Bupati juga meminta kejelasan terkait jenis gangguan yang terjadi, baik pada layanan internet maupun komunikasi telepon, serta menekankan pentingnya penyampaian informasi perkembangan perbaikan secara berkala kepada masyarakat.
“Update perkembangan perbaikan sangat penting agar masyarakat mengetahui bahwa proses sedang berjalan dan dapat memperkirakan dampaknya,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya penyediaan sistem cadangan jaringan. Saat ini, Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki 145 desa dan 22 kelurahan, sementara titik layanan cadangan masih terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, sejumlah instansi dan pihak swasta telah memanfaatkan internet satelit sebagai solusi sementara.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah memastikan kegiatan belajar tetap berjalan. Sebanyak 1.744 siswa dari 62 sekolah tetap mengikuti ujian dengan dukungan perangkat dan jaringan alternatif yang telah disiapkan.
Lebih lanjut, Bupati berharap gangguan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. Ia juga mengusulkan penguatan pengawasan jalur kabel dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk nelayan sebagai pengawas di lapangan.
“Ini merupakan investasi besar negara yang harus dijaga bersama agar tidak kembali menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, BAKTI Komdigi menjelaskan bahwa perbaikan ini merupakan bagian dari mitigasi terencana, melalui penyediaan akses internet alternatif di lebih dari 150 titik layanan publik, optimalisasi jaringan cadangan, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Dengan kolaborasi yang solid, BAKTI menegaskan komitmennya untuk menjaga konektivitas tetap andal. Konektivitas digital tidak hanya menjadi infrastruktur, tetapi juga fondasi penting bagi pelayanan publik, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah terluar dan perbatasan. (Ayuk)




