//

Sepekan di Unklab, Peserta Pathfinder Camporee 2026 Pulang dengan Bekal Pengalaman Baru

Airmadidi, Minahasa Utara – Kabut tipis masih menyelimuti hamparan kampus Universitas Klabat (Unklab) saat tenda-tenda biru dan hijau perlahan dibongkar, Minggu (3/5/2026). 

Suara riuh rendah tawa dan salam perpisahan mewarnai setiap sudut lapangan. Sepekan penuh, kampus itu berubah menjadi kota tenda bagi para anggota Pathfinder dari seluruh wilayah Indonesia Timur.

Veasna E Rando, pelajar Kelas 8B SMP Advent 1 Tikala, Manado adalah salah satu pesertanya. Remaja yang akrab disapa Vea itu mengaku membawa pulang lebih dari sekadar sertifikat, ia membawa pengalaman baru yang tak ternilai.

“Ya, banyak hal baru yang saya dapat,” ungkapnya singkat membuka percakapan, saat ditemui sehari setelah penutupan, Senin (4/5/2026).

Sepanjang sepekan, Vea dan regunya bergulat dengan suhu malam yang kerap turun drastis. Namun baginya, dingin bukanlah musuh. Justru itu yang membuat setiap aktivitas terasa lebih menantang.

“Kami harus adaptasi dengan cuaca dingin, apalagi saat malam. Tapi itu yang bikin seru,” ujarnya sambil membetulkan kerah jaketnya.

Selama perkemahan, puluhan jenis kegiatan dilaksanakan sebagai materi inti. Vea menyebut salah satunya adalah kepahaman, pelatihan lintas bidang yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis dan nonteknis anggota Pathfinder.

“Kepahaman itu berisi keterampilan, pengetahuan praktis, sampai pelajaran rohani. Semua diberikan supaya kami makin tangguh,” jelas anak kedua dari pasangan Steven Douglas Rando dan Sithia Eunike Dandel ini.

Tak hanya itu, panitia juga menyelipkan games edukatif dan rekreatif. Menurut Vea, permainan-permainan itu terbukti ampuh merekatkan solidaritas antarpeserta.

“Game-nya membangun kerja sama, semangat, dan kekompakan. Kami belajar bahwa tidak ada yang bisa berhasil sendirian, ada kegiatan survival,” tambahnya.

Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah exhibition fancy drill, pertunjukan parade kreatif yang memadukan kerapian, disiplin, dan koreografi atraktif. 

Sejumlah regu dari berbagai daerah menunjukkan kebolehan mereka di lapangan tengah Unklab, disaksikan ratusan pasang mata yang tak henti bertepuk tangan.

“Ada penampilan skill juga. Tapi yang paling membekas ya fancy drill itu. Keren banget.” kata Vea.

Meski penuh gelak tawa dan sorak sorai, Camporee 2026 juga meninggalkan ruang hening yang dalam. Vea mengakui, kegiatan worship atau ibadah menjadi bagian yang tak pernah terlewatkan. 

Setiap pagi dan malam, tenda-tenda perkemahan sepi karena seluruh peserta berkumpul untuk berdoa, menyanyikan pujian, dan mendengarkan renungan.

“Ada doa, pujian, dan pemahaman Alkitab untuk penyembahan pada Tuhan. Itu yang membuat hati kami tetap hangat di tengah dinginnya Airmadidi,” katanya pelan.

“Artinya, banyak hal yang kami dapat sebagai peserta. Semua sangat bermanfaat bagi kami semua,” sambungnya dengan mata berbinar.

Namun, dari sekian banyak rangkaian kegiatan, Vea mengaku ada satu pengalaman yang paling membekas di ingatannya yakni tidur di dalam tenda selama beberapa malam berturut-turut.

“Awalnya deg-degan, apalagi hawa dingin malam pertama. Tapi lama-lama terbiasa. Saya belajar mandiri dan percaya diri,” katanya tersenyum, mengingat bagaimana ia harus mengatur perlengkapannya sendiri tanpa bantuan orang tua.

“Dan semua peserta sudah kembali ke daerah masing-masing. Tapi persahabatan dan pelajaran di sini tidak akan pernah kami lupakan,” kata Vea menutup percakapan.

Sementara seperti dikutip dari situs encyclopedia.adventist.org klub pathfinder itu sendiri secara resmi diadopsi oleh denominasi pada tahun 1950, tujuan Klub Pathfinder adalah untuk melatih dan membimbing kaum muda ke dalam peran kepemimpinan di dalam Gereja Advent Hari Ketujuh. 

Klub Pathfinder menyediakan kesempatan bagi kaum muda untuk berperan aktif dan konstruktif baik di dalam komunitas maupun denominasi.

Meskipun terdapat variasi regional dalam implementasinya, fokus utamanya adalah pada kaum muda dari sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas.  Pada tahun 2025 diperkirakan terdapat 40.000 klub di tiga belas divisi gereja sedunia yang melibatkan dua juta anggota Pathfinder.(*)

Latest from Minahasa Raya