//

Anggota DPRD Henry Walukow Turun Reses di Minut

Minut, TERASMANADO.COM – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Henry Walukow memilih cara berbeda dalam menyerap aspirasi masyarakat pada kegiatan masa reses II tahun 2026 di dapil Minut-Bitung.

Politikus Partai Demokrat itu turun langsung ke kantor-kantor Hukum Tua menjemput hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Henry mengatakan, langkah tersebut sengaja diambil agar aspirasi yang diperjuangkan benar-benar merupakan kebutuhan mendesak masyarakat dan memiliki peluang lebih besar untuk direalisasikan melalui program pembangunan pemerintah provinsi.

“Kalau reses dilakukan secara terbuka, saya khawatir begitu banyak aspirasi yang masuk. Sementara kondisi anggaran Pemprov Sulut saat ini sangat terbatas untuk menjawab seluruh harapan masyarakat,” kata dia, Minggu (2/8/2026).

Legislator dapil Minut-Bitung itu mengungkapkan, kondisi tersebut menjadi dilema bagi anggota DPRD dalam menjalankan fungsi menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Ini bukan berarti kami pesimistis. Justru kami berupaya menjemput bola, melihat kebutuhan yang benar-benar prioritas, kemudian menuangkannya ke dalam pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD,” ujar dia.

Lanjut Henry, selain menyerap usulan Musrenbang tahun 2026, ia juga menginventarisasi berbagai program yang telah diusulkan pada tahun-tahun sebelumnya namun belum sempat terakomodasi dalam anggaran pemerintah.

Dari hasil reses tersebut, sejumlah kebutuhan infrastruktur masih menjadi aspirasi yang paling dominan disampaikan masyarakat. Mulai dari perbaikan jalan provinsi, pembangunan irigasi, hingga normalisasi drainase.

“Persoalan drainase memang belum terlalu dirasakan saat ini karena masih berada pada musim kemarau. Namun, saat musim penghujan tiba, kerusakan drainase berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat,” ungkap personel Komisi I DPRD Sulut ini.

Selain infrastruktur, kata Henry, warga juga menyampaikan persoalan ketersediaan pupuk, pembangunan jalan perkebunan, hingga kelangkaan bahan bakar solar yang dinilai masih menjadi kendala bagi aktivitas masyarakat.

Sementara itu, Camat Dimembe Hansye Dengah, S.Sos M.I.P berharap Pemprov Sulut memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya.

Ia menjelaskan, seluruh jalur protokol di Kecamatan Dimembe merupakan jalan provinsi yang menjadi akses strategis menuju kawasan pariwisata super prioritas Likupang.

“Karena seluruh jalur protokol merupakan jalan provinsi, kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah provinsi untuk melakukan renovasi. Apalagi Dimembe merupakan daerah penyangga kawasan wisata super prioritas Likupang,” ujar Hansye.

Ia juga mengaku bangga karena Kecamatan Dimembe memiliki wakil rakyat di DPRD Sulut yang selama ini telah memperjuangkan sejumlah aspirasi masyarakat.

“Sudah ada beberapa aspirasi yang berhasil beliau laksanakan. Namun kami juga jujur masih membutuhkan perhatian pemerintah provinsi agar pembangunan di Kecamatan Dimembe dapat terus berlanjut,” ujar dia. 

Latest from Teras Berita