SITARO, TERASMANADO.COM — Di tengah musim kemarau yang telah memasuki bulan kelima, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) bersama sejumlah elemen masyarakat menggelar doa bersama di kawasan mata air Akelabo Akesimbeka, Senin (7/9/2026).
Doa bersama tersebut dihadiri Plt. Bupati Kepulauan Sitaro Heronimus Makainas, SE., bersama Ketua DPRD Sitaro Moghtar H.M. Kaudis, S.Pi., M.Si., Direktur Utama PDAM Sitaro, tokoh masyarakat, serta para pelayan Tuhan.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali arti penting keberadaan sumber mata air Akelabo Akesimbeka bagi kehidupan masyarakat Siau.
Doa dipimpin Pdt. Rahel Papona, S.Th. Dalam doanya, ia memohon agar kawasan pusat sumber air tersebut senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan dan tetap menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat.
“Kiranya sumber mata air Akelabo ini terus dijaga dan dilindungi Tuhan, sebab dari tempat inilah masyarakat Siau menggantungkan kehidupan,” demikian inti doa yang disampaikan dalam suasana penuh kekhidmatan.
Memasuki bulan kelima musim panas, kondisi kekeringan menjadi perhatian serius. Keterbatasan air tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menyentuh berbagai aktivitas masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan air.
Karena itu, doa bersama tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh pihak. Kondisi alam yang terjadi diharapkan tidak hanya dipandang sebagai persoalan teknis, tetapi menjadi kesempatan bagi manusia untuk melakukan introspeksi atas berbagai hal yang telah dilakukan selama ini.
“Dengan musim panas yang sudah masuk bulan kelima, sekiranya ini menjadi introspeksi kita bersama. Mari kita menyadari apa yang menjadi kesalahan kita sebagai umat manusia, baik sebagai hamba Tuhan, pemerintah, tokoh masyarakat maupun masyarakat,” menjadi pesan yang mengemuka dalam doa bersama tersebut.
Ajakan introspeksi itu sekaligus mengingatkan bahwa menjaga lingkungan dan sumber-sumber air merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam.
Dalam suasana tersebut, seluruh pihak diajak untuk menanggalkan perbedaan dan bersama-sama memohon pengampunan kepada Tuhan. Kekeringan yang berkepanjangan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian, kebersamaan dan kesadaran dalam menjaga alam sebagai bagian dari kehidupan manusia.
“Dengan menyadari apa yang selama ini kita perbuat, mari kita bersama-sama memohon pengampunan,” menjadi ajakan yang menggugah dalam pelaksanaan doa di kawasan mata air Akelabo Akesimbeka.
Melalui doa bersama itu, Pemerintah Kabupaten Sitaro dan masyarakat berharap mata air Akelabo Akesimbeka tetap terjaga dan memberikan kehidupan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Di tengah kemarau yang belum berakhir, doa dan ikhtiar pun diharapkan berjalan beriringan demi menjaga sumber kehidupan masyarakat Siau. (Jem)

