Sitaro, TERASMANADO.COM – Penyaluran 6.000 liter air bersih oleh Polres Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) ke Kampung Dompase, Kecamatan Siau Tengah, mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah setempat maupun warga penerima manfaat.
Aksi yang dipimpin langsung Kapolres AKBP Ronald Andry Mauboy SE SIK MIK, pada Minggu (20/9/2026) ini dinilai sebagai bentuk nyata sinergitas lintas sektor dalam menghadapi dampak musim kemarau panjang.
Kepala Seksi Upaya Ketentraman, Ketertiban, Penerapan, dan Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Kecamatan Siau Tengah, Fitria Onthoni, SAB MSi yang mewakili Camat Iwan Joseph, menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat pihak kepolisian.
Menurutnya, kolaborasi seperti ini sangat krusial saat masyarakat menghadapi tekanan cuaca ekstrem.
“Kami (pemerintah kecamatan) sangat mengapresiasi bantuan air bersih bagi masyarakat ini. Terima kasih untuk pihak kepolisian yang sudah membantu masyarakat di Kecamatan Siau Tengah,” ujar Fitria.
Fitria menekankan bahwa bantuan ini bukan sekadar pemberian materi, melainkan bukti kehadiran negara yang bersinergi untuk melindungi warganya dari kesulitan dasar seperti akses air bersih.
Leganya Hati Warga Dompase
Di sisi lain, suasana haru dan lega terlihat di wajah warga Kampung Dompase. Jelli Walandouw, salah satu penerima bantuan, mengungkapkan bahwa pasokan air dari Polres Sitaro datang di saat yang paling dibutuhkan. Selama beberapa minggu terakhir, ia dan tetangganya kesulitan mendapatkan air karena sumur-sumur di wilayah mereka mulai mengering.
“Bantuan air bersih tersebut sangat membantu warga yang selama ini kesulitan memperoleh pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Jelli.
Bagi Jelli dan warga lainnya, kehadiran tangki air dari personel Polri menjadi “ojek” harapan yang meringankan beban ekonomi dan fisik mereka yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh atau membeli air dengan harga mahal.
Rangkaian Aksi Kemanusiaan Berkelanjutan
Penyaluran di Kampung Dompase ini merupakan kelanjutan dari seri bantuan dampak El Nino yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kampung Kawahang, Hiung, Salili, dan Lai. Polres Sitaro sendiri berkomitmen untuk terus memantau kondisi ketersediaan air di wilayah-wilayah lain yang berpotensi mengalami krisis serupa.
Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah kecamatan, dan partisipasi warga diharapkan dapat menjaga stabilitas sosial di Sitaro hingga musim hujan kembali tiba.(**)

