Manado, TERASMANADO.COM – Michaela Elsiana Paruntu (MEP) resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut). SK tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Penerimaan SK ini menjadi penanda dimulainya kepemimpinan MEP dalam menakhodai Partai Golkar di Sulut. MEP menegaskan komitmennya untuk tetap tegak lurus bersama Ketua Umum Partai Golkar.
MEP menyampaikan seluruh kader Partai Golkar merupakan bagian penting dalam perjalanan partai ke depan. Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk meninggalkan berbagai perbedaan dan kembali memperkuat persatuan.
Menurut MEP, Sulut menjadi contoh bagaimana perbedaan dalam dinamika politik tidak harus berujung pada perpecahan. Sebaliknya, proses bertanding dalam politik harus dapat berakhir dengan semangat untuk bersanding dan bersama-sama membangun daerah.
“Sulut jadi contoh, bertanding untuk bersanding,” demikian semangat yang disampaikan MEP, sejalan dengan pesan Ketua Umum Partai Golkar.
Wakil Ketua DPRD Sulut itu menegaskan, setelah melewati berbagai dinamika, saat ini merupakan momentum bagi seluruh kader untuk kembali menyatukan langkah.
“Sekarang waktunya Golkar bersatu, untuk bergerak maju demi masyarakat,” ujar MEP lewat pesan singkat, Jumat (25/9/2026).
MEP juga menegaskan sikapnya untuk tetap tegak lurus bersama kepemimpinan Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Menurutnya, soliditas internal menjadi modal penting bagi partai untuk menjalankan kerja-kerja politik sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Dalam kepengurusan DPD Partai Golkar Sulut yang dipimpin MEP tersebut, tercatat sebanyak 93 orang masuk dalam struktur kepengurusan. Komposisi kepengurusan juga memberikan ruang bagi keterwakilan perempuan dengan porsi mencapai 30 persen.
Struktur tersebut menempatkan MEP sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sulut. Posisi Sekretaris dipercayakan kepada Aditya Moha, sementara Bendahara dijabat Inggried Sondakh.
Dengan terbentuknya struktur kepengurusan tersebut, MEP mengajak seluruh jajaran untuk bekerja bersama dan menjaga kekompakan partai. Ia menekankan bahwa seluruh kader memiliki peran masing-masing dalam memperkuat Partai Golkar di Sulawesi Utara. Perbedaan latar belakang maupun dinamika yang pernah terjadi di internal partai diharapkan tidak lagi menjadi penghalang untuk bergerak dalam satu tujuan. (*)

