BERLIN, TERASMANADO.COM — Teka-teki mengenai siapa yang akan menakhodai tim nasional Jerman pasca-kegagalan di Piala Dunia 2026 akhirnya terjawab. Mantan manajer legendaris Liverpool, Jurgen Klopp, dilaporkan telah resmi sepakat untuk menjadi pelatih baru Die Mannschaft, menggantikan Julian Nagelsmann yang mengundurkan diri.
Kabar ini dikonfirmasi oleh pakar transfer sepak bola terkemuka, Fabrizio Romano, lewat jargon khasnya “Here we go!”. Berdasarkan laporan tersebut, Klopp telah menerima tawaran kontrak jangka panjang dari Federasi Sepak Bola Jerman (DFB).
Dampak Kegagalan di Piala Dunia 2026
Langkah radikal ini diambil DFB menyusul performa buruk Jerman di Piala Dunia 2026. Langkah juara dunia empat kali tersebut harus terhenti secara dramatis di babak 32 besar setelah disingkirkan oleh Paraguay lewat adu penalti.
Julian Nagelsmann memilih untuk meletakkan jabatannya demi memberikan jalan bagi penyegaran tim.
”Keputusan ini sama sekali tidak mudah, namun setelah kekecewaan yang begitu pahit, tim ini layak mendapatkan kesempatan untuk memulai kembali dengan lembaran baru,” ujar Nagelsmann dalam pernyataan resminya saat mundur.
Kembali ke Pinggir Lapangan setelah Dua Tahun
Penunjukan ini menandai kembalinya Juergen Klopp ke kursi kepelatihan setelah memutuskan mundur dari Liverpool pada Mei 2024 karena kehabisan energi. Sempat menjabat sebagai Head of Global Soccer di Red Bull sejak awal 2025, pelatih berusia 59 tahun ini mengaku energinya kini telah pulih sepenuhnya untuk tantangan baru.
Saat diwawancarai oleh media Jerman Magenta TV di New York, Klopp mengonfirmasi komunikasi intensifnya dengan DFB.
”Dua tahun lalu saya berhenti di Liverpool dan mengatakan bahwa saya kekurangan energi. Sejak saat itu, saya sudah mengisi ulang energi saya lebih dari cukup. Saya siap,” tegas Klopp.
Tugas Berat Menanti
Meskipun detail kesepakatan pelepasan kontrak Klopp dengan pihak Red Bull masih dirapikan, komitmen personal sang pelatih untuk menukangi timnas sudah bulat.
Tugas berat kini langsung menanti pundak Klopp. Ia dituntut untuk merombak fundamental sepak bola Jerman yang sedang terpuruk dalam beberapa turnamen besar terakhir. Target terdekatnya adalah membangun ulang mentalitas pemenang skuad Jerman demi menyongsong gelaran Piala Eropa (Euro) 2028 mendatang. (**)

