MANADO, TERASMANADO.COM – Sebanyak delapan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) daerah pemilihan (Dapil) Kota Manado melaksanakan kegiatan reses II masa persidangan ketiga tahun 2026. Reses dilaksanakan sejak tanggal 1-4 Agustus 2026.
Reses Wakil Ketua DPRD Royke R. Anter, SE, ME di Kantor Kelurahan Karema, Kota Manado, Senin (3/8/2026), warga menyampaikan aspirasi mulai dari masalah sampah, kamtibmas, hingga pendidikan.

“Kalau bisa ada pengadaan tempat sampah. Juga masalah kriminal yang sering terjadi. Kedepan, kiranya ada sikap tegas dari aparat. Kemudian patroli dari aparat baik pemerintah maupun aparat keamanan,” kata Steward, warga setempat.
Selain itu, Ibu Mei, mengungkapkan masalah pendidikan terlebih proses penerimaan siswa baru baik SD, SMP maupun SMA.
“Proses penerimaan ribet. Administrasi untuk anak masuk sekolah juga harus diperbaiki. Sistem penerimaan juga. Padahal masalah pendidikan anak sangat penting. Ada juga sekolah negeri yang meminta uang padahal sekolah negeri,” ujar Mei.
Dari berbagai aspirasi warga ini, Royke Anter menyampaikan akan memilah mana yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun Pemerintah Pusat. Kepedulian Royke begitu nampak dari berbagai aspirasi masyarakat. Bahkan dirinya mengatakan akan membantu 50 sak semen untuk pembangunan masjid.

Terkait harapan warga agar disiapkan tempat sampah, Royke mengakui bahwa kondisi keuangan pemerintah baik di kota Manado maupun provinsi sedang kurang baik karena ada pemotogan dana transfer dari pemerintah pusat.
Sedangkan masalah kamtibmas, dirinya mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk berperan lebih. Selain itu, masalah ini harus dimulai dari keluarga masing-masing untuk saling mengingatkan kepada anak-anak kita agar menjaga kamtibmas dan tidak melakukan tawuran.
Untuk aspirasi soal pendidikan, dirinya akan menelusuri terkait informasi ada SMA negeri yang meminta uang untuk SPP.
“Sekolah negeri itu gratis SPP. Mungkin tidak ada. Mungkin itu kesepakatan komite dan setahu saya itu tidak bisa dipaksakan. Tapi kalau memang benar ada pungutan ataupun SPP di sekolah negeri, saya akan telusuri. Itu tidak bisa,” kata Royke.

Sementara Anggota DPRD Jeane Laluyan, SE melaksanakan reses di wilayah Kleak-Batukota, Manado, Jeane menerima berbagai aspirasi masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, persoalan melemahnya kondisi ekonomi menjadi keluhan utama yang disampaikan warga.
Menurut Jeane, masyarakat saat ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah, khususnya melalui program-program yang mampu mendorong kebangkitan ekonomi keluarga.
“Yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah kondisi ekonomi yang sedang sulit. Mereka membutuhkan bantuan pemerintah untuk memulai atau mengembangkan usaha kecil, seperti bantuan oven, mixer, maupun bantuan UMKM lainnya,” ujar dia.

Kemudian, Anggota DPRD Irene Golda Pinontoan melaksanakan reses di Gran Puri Hotel, Kota Manado, Senin (3/8/2026). Reses tersebut dihadiri sekitar 200 peserta, terdiri atas jajaran Pemkot Manado, Camat Sario bersama para Lurah se-Kecamatan Sario, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, organisasi kemasyarakatan, pelaku UMKM, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun komunikasi yang efektif demi kemajuan daerah.
Dalam sambutannya, Irene menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin anggota DPRD, tetapi merupakan ruang dialog yang mempertemukan pemerintah dengan masyarakat untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Melalui reses ini, saya ingin memastikan setiap aspirasi masyarakat didengar secara langsung. Aspirasi tersebut akan kami inventarisasi, dikaji, dan diperjuangkan sesuai kewenangan, baik melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD maupun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah agar dapat diwujudkan dalam program pembangunan,” ujar Irene.

Sedangkan, Anggota DPRD Hi. Amir Liputo S.H melaksanakan reses di Serambi Masjid Al Amin, Kelurahan Wanea, kawasan Pakowa–Aspol, Kota Manado, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang diawali dengan Sholat Dzuhur berjamaah tersebut dihadiri sekitar 100 peserta, terdiri atas pemerintah kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta warga yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Aspol dan sekitar Masjid Al Amin pada 28 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Amir menegaskan bahwa reses merupakan wadah untuk mendengar langsung suara masyarakat sekaligus memastikan setiap aspirasi yang disampaikan mendapat perhatian dan diperjuangkan melalui fungsi DPRD.

Selain menyerap aspirasi, pada kesempatan tersebut Amir juga menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan pokok kepada warga terdampak kebakaran sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah aspirasi mengemuka, antara lain kebutuhan kompor gas bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal, percepatan pengurusan kembali dokumen penting yang terbakar, bantuan bahan bangunan bagi warga yang memiliki lahan untuk membangun kembali rumahnya, serta kebutuhan tabung LPG, regulator, dan perlengkapan memasak bagi warga yang masih mengungsi.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Amir menyatakan komitmennya untuk mengoordinasikan aspirasi masyarakat dengan Pemprov Sulut, Pemkot Manado, dan instansi terkait agar penanganan pascabencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Musibah ini menjadi keprihatinan kita bersama. Kehadiran kami melalui reses bukan hanya untuk mendengar aspirasi, tetapi juga memastikan pemerintah hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Amir.
Lalu, Anggota DPRD Yongkie Limen melaksanakan kegiatan reses di Taas Lingkungan VI, Kelurahan Tikala, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Senin (3/8/2026) malam.

Resesnya menghasilkan sejumlah usulan prioritas dari masyarakat. Di bidang lingkungan hidup, warga mengharapkan adanya peningkatan program kebersihan lingkungan melalui lomba kebersihan serta penataan lahan pekuburan dengan konsep yang lebih efisien mengingat semakin terbatasnya ketersediaan lahan.
Pada sektor pendidikan, masyarakat menyampaikan harapan agar persyaratan dan kriteria penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dapat dipermudah sehingga lebih banyak keluarga yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh manfaat program tersebut.
Sementara itu, di bidang infrastruktur, warga Lingkungan VI mengusulkan agar saluran drainase segera diperbaiki untuk mengatasi genangan air dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Anggota DPRD Louis Carl Schramm, SH, MH melaksanakan masa reses di Panti Asuhan dr. J. Lukas, Manado. Warga menyampaikan aspirasi soal pendidikan.
Kemudian, Anggota DPRD Dr. Ir. Royke O. Roring, M.Si, IPU melaksanakan reses di Kantor Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Minggu (2/8/2026). Para Kepala Lingkungan (Pala) menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama berkaitan dengan infrastruktur lingkungan dan kebutuhan sarana penunjang pelayanan publik.
Sejumlah aspirasi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut antara lain pengadaan kursi untuk Kantor Kelurahan Ranomuut guna menunjang pelayanan masyarakat, pengadaan kursi bagi seluruh lingkungan sebagai fasilitas kegiatan warga, perbaikan drainase di Lingkungan II dan Lingkungan III yang sering menyebabkan banjir saat curah hujan tinggi, serta usulan pelebaran jalan menuju Yayasan Sekolah Kristen Imanuel di Lingkungan V agar akses kendaraan menjadi lebih aman dan lancar.

Royke menyampaikan bahwa seluruh usulan masyarakat akan diinventarisasi, dikaji berdasarkan kewenangan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan dikoordinasikan dalam proses penyusunan program pembangunan maupun pembahasan anggaran daerah. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap aspirasi masyarakat agar dapat direalisasikan sesuai dengan skala prioritas, ketentuan peraturan perundang-undangan, serta kemampuan keuangan daerah.
Kegiatan reses juga dilaksanakan oleh Anggota DPRD Dr. Julyeta P. A. Runtuwene, M.S. Anggota Komisi IV ini menampung masukan terkait pelestarian seni budaya daerah serta perhatian terhadap kesejahteraan para seniman di Sulut.
Kegiatan delapan anggota anggota DPRD Dapil Kota Manado ini berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Melalui forum tersebut diharapkan terjalin komunikasi yang semakin kuat antara masyarakat dan wakil rakyat, sehingga kebijakan pembangunan yang dihasilkan benar-benar berorientasi pada kebutuhan warga serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan Kota Manado. (ADVERTORIAL)

