Airmadidi, TERASMANADO.COM – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) dibawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung, resmi mengembangkan Digikab Powered by Balé sebagai fondasi transformasi digital pemerintahan yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform. Pengembangan aplikasi berkonsep super-app tersebut dilakukan melalui skema kemitraan strategis tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sekaligus menandai komitmen pemerintah daerah membangun tata kelola pemerintahan yang modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Pengembangan Digikab dikukuhkan melalui rapat koordinasi Kick-Off kerja sama yang melibatkan Pemkab Minahasa Utara bersama Bank BTN, Financial Wealth Indonesia, dan Bayarind. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadirkan ekosistem digital terpadu yang tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor pemerintahan dan ekonomi daerah.
Berbeda dengan digitalisasi yang selama ini berjalan secara parsial, Digikab mengintegrasikan beragam layanan pemerintah ke dalam satu aplikasi. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan secara real time, mengakses layanan kedaruratan, memasarkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta hasil pertanian desa melalui marketplace, hingga melakukan transaksi yang terhubung langsung dengan sistem pembayaran dan pencatatan pajak daerah.
Integrasi layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi tata kelola pemerintahan. Selain memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, sistem yang terhubung dengan pencatatan pajak daerah juga mendukung optimalisasi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui mekanisme yang lebih modern dan terdokumentasi secara digital.
Salah satu keunggulan pengembangan Digikab adalah penerapan skema kemitraan dengan sektor swasta tanpa membebani APBD. Model kolaborasi ini menunjukkan bahwa transformasi digital dapat diwujudkan melalui sinergi pemerintah daerah dengan dunia usaha, sehingga inovasi pelayanan publik tetap dapat berjalan secara efektif tanpa bergantung pada pembiayaan dari anggaran daerah.
Melalui Digikab Powered by Balé, Pemkab Minahasa Utara tidak hanya menghadirkan sebuah aplikasi, tetapi membangun fondasi ekosistem pemerintahan digital yang terintegrasi, berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Platform ini diharapkan mampu mempercepat pelayanan kepada masyarakat, memperluas akses pasar bagi UMKM dan produk desa, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin cepat, transparan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.(VIC)

