SITARO, TERASMANADO.COM – Memasuki penghujung Agustus dan menyambut September 2026, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim panas dan kekeringan yang berkepanjangan. Pesan tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Ir. Novia Tamaka, saat memimpin Apel Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro di Monumen Taman Pala, Kantor Bupati, Senin (31/8/2026).
Dalam arahannya, Novia Tamaka menyampaikan kembali imbauan Bupati kepada seluruh jajaran aparatur pemerintah agar kondisi kekeringan yang telah memasuki bulan kelima tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, situasi tersebut justru membutuhkan kehadiran pemerintah yang semakin responsif, terutama dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung oleh keterbatasan air.
“Memasuki bulan kelima musim panas dan kekeringan, kita harus terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah harus hadir dan mampu memberikan pelayanan secara maksimal di tengah kondisi yang sedang kita hadapi,” ujar Novia dalam arahannya.
Selain persoalan ketersediaan air, pemerintah daerah juga menaruh perhatian serius terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi cuaca yang panas dan berlangsung cukup lama dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran apabila tidak diantisipasi melalui langkah-langkah pencegahan sejak dini.
Novia juga mengingatkan pentingnya memperkuat sistem keamanan lingkungan melalui keberadaan pos keamanan lingkungan (pos kamling). Menurutnya, optimalisasi pos kamling bukan hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi kebakaran maupun berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat.
“Pos kamling harus terus diupayakan dan diaktifkan secara optimal. Dengan keterlibatan masyarakat, kita dapat memperkuat mitigasi dan melakukan langkah cepat apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Melalui apel kerja tersebut, jajaran ASN Pemkab Sitaro kembali diingatkan bahwa kondisi kekeringan membutuhkan kerja bersama, kedisiplinan, serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah berharap seluruh perangkat daerah dan masyarakat dapat memperkuat koordinasi, menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, serta meningkatkan kewaspadaan sehingga dampak kekeringan dan ancaman karhutla dapat diminimalkan. (Jem)

