SITARO, TERASMANADO.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) memperkuat langkah pengawasan terhadap penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah kepulauan. Langkah tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga dan penyalurannya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ketegasan itu menjadi bagian dari arahan Plt. Bupati Kepulauan Sitaro Hieronimus Makainas, SE., MM., yang menempatkan persoalan BBM sebagai salah satu isu penting yang membutuhkan pengawasan bersama. Pemerintah daerah tidak ingin distribusi BBM berjalan tanpa kontrol, terlebih kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan sangat bergantung pada kelancaran pasokan energi.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Sitaro melalui Pj. Sekretaris Daerah Drs. Eddy S. Salindeho, M.Si., memimpin Rapat Kerja Tim Pengendali dan Pengawasan Penyaluran BBM Tahun 2026. Rapat tersebut berlangsung Jumat, 4 September 2026, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah.
Forum ini diarahkan untuk memaksimalkan tugas tim dalam mengendalikan sekaligus mengawasi setiap tahapan penyaluran BBM. Pengawasan dinilai penting agar distribusi berlangsung sesuai ketentuan, tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi di daerah.
Dalam konteks wilayah kepulauan seperti Sitaro, persoalan BBM tidak sekadar menyangkut kebutuhan kendaraan. Ketersediaan bahan bakar juga berkaitan erat dengan mobilitas masyarakat, transportasi laut, aktivitas nelayan, perdagangan, hingga kelancaran berbagai kegiatan ekonomi yang menjadi penopang kehidupan warga.
Karena itu, pemerintah daerah menegaskan bahwa pengawasan tidak boleh berhenti pada rapat dan koordinasi semata. Tim pengendali diharapkan mampu bekerja secara aktif, melakukan pemantauan di lapangan, mengidentifikasi potensi persoalan distribusi, serta segera mengambil langkah apabila ditemukan kondisi yang dapat mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Melalui penguatan pengawasan tersebut, Pemkab Sitaro berupaya memastikan BBM tersedia secara berkelanjutan dan distribusinya berjalan secara tertib. Ketegasan Plt. Bupati Hieronimus Makainas menjadi pesan bahwa persoalan BBM harus ditangani secara serius, terukur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Jem)

