TERASMANADO.COM – Jelang 2024 suhu politik nasional mulai memanas. Setelah kalah di 16 kali persidangan, pihak Moeldoko yang dikenal sebagai Kepala Staff Presiden RI mengadakan PK di Mahkamah Agung.
Ini dianggap partai berlogo Mercy ini merupakan bagian dari serangan jelang pemilu 2024 dimana Partai Demokrat diketahui sebagai partai oposisi.
“Kita tidak takut, kita tidak gentar, kita akan hadapi bersama-sama,” ujar Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memimpin Commander Call bersama para kader, Senin (3/4/2023).
Kader Demokrat di Sulawesi Utara pun tidak tinggal diam, dengan bergerak bersama, para ketua DPC beserta seluruh fraksi dan DPAC bertandang di masing-masing Pengadilan Negeri meminta perlindungan hukum.
Setelahnya para ketua DPC bersama DPD dan DPAC membawa surat di pengadilan tinggi, PTUN serta Kemenkumham.
Dengan berkonvoy ratusan kendaraan roda empat serta roda dua, para kader dan pimpinan bintang mercy yang dikomandoi Elly Engelbert Lasut sebagai ketua DPD ini dengan penuh semangat membela partainya mengingat yang menjadi lawan hukumnya seorang dalam kekuasaan pemerintah ini.
“Kami cinta dengan partai ini, kami rela 10 tahun ini tidak dalam kekuasaan, tapi jangan mengganggu partai ini, kami sedang bekerja sesuai mandat dari rakyat,” kata para ketua DPC yakni Katrien Mokodaser (Mitra), Marthen Manoppo (Tomohon), Stendy Rondonuwu (Minut), Lady Lumilantow (Bitung), Deilly Watulingas (Minahasa), Bambang Dwijatmiko (Bolmong), Rivay Rompas (Bolsel), Royke Anter (Sekretaris Manado), dan Andries Rumondor (Sekretaris Minsel).
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris DPD Billy Lombok, Wakil Ketua DPD Harley Mangindaan, Wakil Sekretaris DPD Hendry Walukow, Direktur Eksekutif David Stay, dan Kaban Komstrada Gary Kembau. (IVO)






