Airmadidi, TERASMANADO.COM – Kabupaten Minahasa Utara menjadi daerah pertama di Sulawesi Utara yang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi bagi tenaga pendidik lintas jenjang. Langkah ini mendapat apresiasi dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut karena dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Kegiatan ini diikuti oleh tenaga pendidik dari PAUD, SD, SMP hingga pendidikan kesetaraan yang dilaksanakan selama lima hari, sejak 18 Mei 2026. Penutupan kegiatan berlangsung di Aula Sam Ratulangi BPMP Sulut, Jumat (22/5/2026) dan dihadiri langsung Bupati Joune Ganda bersama jajaran.

Kepala BPMP Sulut, Febry H. J. Dien, menilai kehadiran Bupati menjadi simbol kuat komitmen Pemkab Minut terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. “Ini menunjukkan perhatian besar pemerintah daerah terhadap masa depan pendidikan di Minahasa Utara,” kata Dien.

Selain pelaksanaan bimtek, BPMP Sulut juga menyiapkan sejumlah program strategis untuk Minahasa Utara, di antaranya pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi serta revitalisasi sekolah-sekolah rusak. Penerimaan peserta didik baru untuk sekolah tersebut ditargetkan dimulai Juli 2026, sementara proses belajar sementara akan memanfaatkan fasilitas BPMP Sulut. BPMP juga menyiapkan armada bus untuk mendukung mobilitas siswa dari Minahasa Utara.

Bupati Joune Ganda menyampaikan apresiasi atas dukungan BPMP Sulut dalam pelaksanaan program penguatan kompetensi guru tersebut. Menurutnya, literasi dan numerasi menjadi pondasi penting dalam membentuk pola pikir adaptif dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
“Bimtek ini esensial bagi kepala sekolah dan guru guna mendongkrak kualitas mengajar mereka. Saya berharap seluruh materi yang didapatkan di sini benar-benar diserap dan diimplementasikan secara konkret di ruang-ruang kelas,” tegas Bupati Joune.
Ia berharap hasil bimtek dapat segera berdampak pada peningkatan kemampuan baca, tulis, dan berhitung siswa di Minahasa Utara, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai pelopor pengembangan kompetensi guru di Sulawesi Utara.(VIC)




