//

Di Tengah Kemarau Panjang, Pemkab Sitaro dan PDAM Bersatu dalam Doa di Mata Air Akelabo

SITARO, TERASMANADO.COM — Di tengah musim kemarau berkepanjangan yang menguji ketersediaan air bersih bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) bersama jajaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan para pelayan Tuhan menggelar doa bersama di kawasan mata air Akelabo, Kelurahan Akesimbeka, Kecamatan Siau Timur, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, memanjatkan doa, sekaligus menumbuhkan semangat dalam menghadapi kondisi cuaca panas yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Ir. Novia Tamaka, hadir mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati  Kepulauan Sitaro Hieronimus Makainas, SE.,MM. Turut hadir sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator, Direktur Utama PDAM Sitaro Arther Nus Tamaka, donatur di lingkungan PDAM Piet Hein Kuera, Ketua Resort Siau Timur Pdt. R. B. Kuera, Kabag Protokol Deddy Pasandaran  serta para pelayan Tuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PDAM Sitaro, Arther Nus Tamaka, mengungkapkan bahwa kondisi sumber mata air Akelabo masih menunjukkan keadaan yang patut disyukuri, meskipun wilayah Siau menghadapi kemarau panjang.

Ia menjelaskan, berdasarkan pengukuran yang dilakukan pihaknya, ketinggian air yang sebelumnya berada pada kisaran 1,5 meter masih bertahan pada angka yang sama saat dilakukan pengukuran kembali.

“Puji Tuhan, pertolongan Tuhan kemudian nyata. Kami mencoba melakukan pengukuran kembali dan ternyata masih dalam kapasitas yang sama, di ketinggian 1,5 meter. Ini yang kami syukuri bersama,” ungkap Arther.

Menurutnya, kondisi tersebut memberikan harapan bagi keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Ia menyebut, berdasarkan kondisi sumber air saat ini, ketersediaan air masih dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Siau.

Meski demikian, Arther mengingatkan bahwa belum dapat dipastikan sampai kapan musim kemarau akan berlangsung. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus bersyukur, menjaga sumber mata air, dan tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kita tidak tahu sampai kapan musim kemarau ini berlanjut. Namun, dalam satu keyakinan iman, Tuhan memberikan waktu yang terbaik sehingga kondisi yang ada sekarang ini masih dapat kita syukuri,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Resort Siau Timur dan para pelayan Tuhan yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Baginya, doa bersama merupakan bentuk kebersamaan dalam membawa pergumulan pelayanan air bersih kepada Tuhan, sembari terus menjalankan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.

Mewakili pemerintah daerah, Novia Tamaka mengajak seluruh peserta untuk senantiasa mengucap syukur atas penyertaan Tuhan sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan memperkuat solidaritas dalam menghadapi tantangan musim kemarau.

“Kita patut bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena kemurahan dan pertolongan-Nya semata, kita boleh ada sampai dengan saat ini. Terlebih lagi, kita dapat hadir bersama saudara-saudara kita di PDAM untuk berdoa dan menopang pergumulan yang sedang kita hadapi,” ujar Novia.

Ia turut menyampaikan permohonan maaf karena Plt. Bupati maupun Wakil Bupati belum dapat menghadiri kegiatan tersebut secara langsung. Menurutnya, Plt. Bupati memiliki agenda persiapan menuju Amurang untuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sekolah pelayaran.

Pada kesempatan itu, Novia memberikan apresiasi kepada jajaran PDAM Sitaro yang terus berupaya membantu pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pelayanan air bersih di tengah situasi yang tidak mudah.

Ia menilai, tantangan kemarau panjang perlu dihadapi dengan semangat pantang menyerah, kerja sama, serta langkah-langkah yang tepat. Menurutnya, pergumulan yang dihadapi masyarakat hendaknya tidak hanya menjadi perhatian pemerintah dan petugas pelayanan, tetapi juga menjadi kepedulian bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengapresiasi Bapak Direktur dan seluruh teman-teman PDAM yang selama ini memberikan pelayanan luar biasa, membantu pemerintah menyiapkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ketika menghadapi pergumulan, kita tidak boleh langsung menyerah. Kita harus mencari jalan yang tepat dan terus berusaha,” tegasnya.

Novia juga menyinggung informasi prakiraan cuaca yang disampaikan dalam pertemuan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Zoom sehari sebelumnya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, potensi datangnya musim hujan diperkirakan mulai terlihat pada awal November, meskipun perkembangan cuaca tetap perlu dipantau.

Rangkaian kegiatan doa bersama kemudian dilanjutkan dengan menuju kawasan sumber mata air Kalaebone untuk menyatukan pergumulan dalam doa. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah, PDAM, dan para pelayan Tuhan berharap pelayanan air bersih di Sitaro tetap terjaga, sembari mengajak semua pihak untuk terus menjaga kelestarian sumber air dan menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau berlangsung. (Jem)

Latest from Nusa Utara