Sangihe, TerasManado.com — Kiprah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam mendorong pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan mendapat perhatian di tingkat internasional. Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, mendapat kesempatan menjadi pembicara dalam forum United Nations Biodiversity Conference (CBD COP17) yang berlangsung di Yerevan, Armenia, pada 19–30 Oktober 2026.
Dalam forum internasional tersebut, Thungari hadir sebagai narasumber pada agenda yang diselenggarakan organisasi internasional Rare bersama Blue Ventures dan International Collective in Support of Fishworkers (ICSF). Pembahasan difokuskan pada pengelolaan perikanan pesisir berbasis masyarakat serta upaya perlindungan keanekaragaman hayati laut.
Partisipasi ini menjadi pencapaian tersendiri bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pasalnya, Michael Thungari disebut sebagai satu-satunya kepala daerah dari Indonesia yang mendapat undangan sebagai pembicara dalam forum tersebut.
Kesempatan ini sekaligus menjadi ruang bagi Sangihe untuk memperkenalkan pengalaman, potensi, serta berbagai upaya pengelolaan wilayah pesisir kepada komunitas internasional.
Kehadiran Bupati Thungari dalam kegiatan tersebut difasilitasi dan dibiayai sepenuhnya oleh NGO internasional Rare. Dukungan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas perannya sebagai Coastal 500 Champion Indonesia, terutama dalam mendorong kepemimpinan lokal, keberlanjutan sumber daya kelautan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Rekam jejak tersebut juga tercermin dari keberhasilan Sangihe menggerakkan 105 pemimpin pemerintahan lokal untuk bergabung dalam jejaring global Coastal 500 pada Maret 2026. Capaian ini turut memberikan kontribusi terhadap perluasan gerakan para pemimpin lokal dunia yang memiliki komitmen bersama menjaga kelestarian laut.
Lebih jauh, keikutsertaan dalam COP17 tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan daerah, tetapi juga membuka ruang diplomasi dan kolaborasi pembangunan. Melalui forum ini, Sangihe berpeluang membangun jejaring dengan berbagai organisasi nonpemerintah, lembaga donor, serta mitra internasional yang memiliki perhatian terhadap sektor kelautan dan lingkungan.
Peluang kerja sama tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi dukungan konkret, baik dalam bentuk program konservasi, pendampingan teknis, penguatan kapasitas masyarakat, maupun pembiayaan bagi pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.
Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa laut memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat Kepulauan Sangihe. Menurutnya, menjaga kelestarian laut bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut sumber penghidupan, identitas, dan masa depan masyarakat di daerah kepulauan.
Kehadiran Sangihe dalam forum internasional ini menjadi bukti bahwa daerah perbatasan sekalipun memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam percakapan dan agenda global. Dengan membawa pengalaman lokal ke panggung dunia, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap semakin banyak peluang kemitraan yang dapat diwujudkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari wilayah perbatasan utara Indonesia, Sangihe kini menunjukkan bahwa komitmen menjaga laut dapat menjadi kekuatan untuk membangun kepercayaan dan membuka peluang kerja sama lintas negara. (Ayuk)

