///

KMP Lokongbanua Segera Kembali Melayani, Kendaraan Penumpang di Munte dan Bitung Menanti Kepastian Pelayaran

SITARO, TerasManado.com — Harapan masyarakat terhadap pulihnya pelayanan angkutan penyeberangan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali mengemuka. Setelah sejumlah kendaraan dilaporkan tertahan selama beberapa pekan di Pelabuhan Munte dan Pelabuhan Kota Bitung, perhatian kini tertuju pada upaya penyelesaian perbaikan KMP Lokongbanua dan docking rutin KMP Lohoraung.

Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama para pengemudi kendaraan yang mengaku belum dapat melanjutkan perjalanan karena keterbatasan kapal pengangkut. Situasi ini turut menimbulkan pertanyaan mengenai kepastian normalisasi pelayanan penyeberangan yang menghubungkan wilayah kepulauan Sitaro dengan daerah sekitarnya.

Direktur Utama Pelayaran Sitaro, Lucky Mulalinda, SE, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (27/10/26) menjelaskan bahwa kedua kapal milik perusahaan daerah tersebut sedang menjalani proses penanganan yang berbeda. Meski demikian, pihaknya terus mengupayakan agar pelayanan dapat kembali berjalan dalam waktu dekat.

Menurut Lucky, KMP Lohoraung saat ini berada pada tahap akhir penyelesaian docking rutin tahunan. Sementara itu, KMP Lokongbanua sedang menjalani penanganan kerusakan setelah mengalami gangguan teknis. Kedua kapal tersebut saat ini berada di Kota Bitung.

“Pekerjaan docking Lohoraung sudah 98 persen selesai. Sementara Lokongbanua masih dalam proses perbaikan kerusakan,” jelas Lucky.

Terkait kemungkinan KMP Lohoraung kembali beroperasi, ia menyebutkan bahwa kapal tersebut sebenarnya sudah mendekati tahap turun dari fasilitas docking. Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan kecil yang perlu diselesaikan, termasuk penanganan pada bagian mesin serta pengurusan dokumen pendukung.

Setelah tahapan tersebut rampung, KMP Lohoraung masih harus menjalani sea trial atau uji coba pelayaran untuk memastikan kesiapan kapal sebelum kembali melayani penumpang dan kendaraan. Lucky berharap seluruh proses dapat berjalan lancar tanpa kendala tambahan.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kepulauan Sitaro, Hieronimus Makainas, SE, MM, sebelumnya telah meninjau langsung proses docking KMP Lohoraung. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan kesiapan armada penyeberangan yang dibutuhkan masyarakat.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Sitaro, Gandawari Mulalinda, S.IP., M.Si., menjelaskan melalui Whatsap, 28/20/26 bahwa kehadiran KMP Tarusi pada lintasan Likupang–Biaro–Tagulandang–Siau pulang pergi merupakan penugasan sementara atau deviasi. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menjaga pelayanan ketika kapal milik Pelayaran Sitaro belum dapat beroperasi secara normal.

Gandawari menerangkan, penugasan KMP Tarusi dilakukan karena KMP Lohoraung sedang menjalani docking rutin tahunan, sedangkan KMP Lokongbanua mengalami gangguan teknis yang mengharuskannya menjalani perbaikan.

Keberadaan KMP Tarusi pun menjadi perhatian masyarakat yang mempertanyakan kelanjutan layanan kapal tersebut setelah armada milik daerah mulai disiapkan kembali. Menurut informasi Dinas Perhubungan, pengoperasian KMP Tarusi pada lintasan tersebut bersifat sementara dan berkaitan langsung dengan kondisi operasional kedua kapal milik Pelayaran Sitaro.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Gandawari, KMP Lokongbanua telah menyelesaikan proses perbaikan dan direncanakan mulai beroperasi kembali pada Rabu, 28 Oktober 2026, sesuai lintasan penugasannya. Dengan rencana tersebut, KMP Tarusi tidak lagi melanjutkan penugasan sementara pada lintasan Likupang–Biaro–Tagulandang–Siau.

Meski demikian, masyarakat, khususnya para pengemudi kendaraan yang masih menantikan kepastian pengangkutan, tetap membutuhkan informasi yang jelas mengenai jadwal keberangkatan dan kapasitas pelayanan setelah kapal kembali beroperasi. Kepastian tersebut penting agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dan aktivitas ekonomi tanpa dibayangi ketidakpastian.

Kembalinya KMP Lokongbanua diharapkan menjadi langkah awal pemulihan layanan penyeberangan, sembari menunggu KMP Lohoraung menyelesaikan seluruh tahapan docking dan uji coba. Dengan kesiapan kedua kapal, pelayanan angkutan penumpang dan kendaraan di wilayah kepulauan Sitaro diharapkan dapat kembali berjalan lebih optimal.

Bagi masyarakat kepulauan, transportasi laut bukan sekadar sarana perjalanan, melainkan jalur penting yang menghubungkan keluarga, pekerjaan, distribusi kebutuhan pokok, serta aktivitas perdagangan. Karena itu, percepatan penyelesaian perbaikan kapal dan penyampaian informasi operasional yang akurat menjadi hal penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Kini, perhatian masyarakat tertuju pada realisasi jadwal operasional KMP Lokongbanua serta penyelesaian akhir KMP Lohoraung. Masyarakat berharap kedua armada tersebut segera kembali memberikan pelayanan yang aman, teratur, dan dapat diandalkan demi mendukung mobilitas warga serta aktivitas ekonomi Kabupaten Kepulauan Sitaro. (Jem)

Latest from Nusa Utara